Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan Berisiko Diabetes dan Obesitas

Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan Berisiko Diabetes dan Obesitas

Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia cabang Sumatera Utara (Sumut), dr. Dedi.

(jw/rzd)

Jumat, 6 Juli 2018 | 18:43

Analisadaily (Medan) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan susu kental manis (SKM) secara resmi dinyatakan tidak mengandung susu, ternyata dapat mengganggu kesehatan, terutama pada anak-anak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia cabang Sumatera Utara (Sumut), dr. Dedi mengatakan, SKM yang telah dinyatakan BPOM tidak mengandung susu dan lebih mengandung kadar gula tinggi dapat menyebabkan diabetes, dan berisiko pada obesitas.

"Kalau kita mengonsumsi gula berlebihan dalam jangka waktu yang lama, akan menyebabkan diabetes, terutama pada anak-anak biasanya tipe satu," kata dr. Dedi, Jumat (6/7).

Lebih lanjut, dr. Dedi mengungkapkan, untuk tingkat bahaya yang disebabkan kebanyakan mengonsumsi SKM secara berlebihan, menurutnya tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya.

"Jadi, kalau pada anak-anak lima tahun ke bawah dilarang sama mereka (BPOM). Tapi, untuk pastinya penyakit diabetes ini harus dikonsultasikan ke dokter. Nanti dicek dulu kadar gulanya berapa, baru bisa kita diagnosa diabetes atau tidak," ungkapnya.

"Kalau itu SKM, artinya banyak kandungan gula dan itu sudah dinyatakan BPOM tidak mengandung susu murni, berarti gula itu berisiko untuk anak-anak dan menyebabkan diabetes, sehingga berisiko menyebabkan obesitas dan akan sangat mengganggu kesehatan," pungkas dr. Dedi.

Sebelumnya BPOM telah menerbitkan Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang 'Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3)'. Ada 4 larangan dari BPOM untuk label susu kental manis.

Label dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun dan juga memakai visualisasi bahwa produk susu kental manis setara dengan produk susu lain.

Produsen, importir, dan distributor juga dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman di label. Iklan susu kental manis juga dilarang ditayangkan pada jam tayang anak-anak.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar