Konsumsi Makanan Nabati, Kurangi Risiko Diabetes

Penulis: Christison Sondang Pane

Konsumsi Makanan Nabati, Kurangi Risiko Diabetes

Amanda Sweetman, manajer proyek, The Farm, menunjukkan beberapa buah dan sayuran yang ditanam di kebun di seberang rumah sakit Saint Joseph Mercy di Ypsilanti, Michigan, AS, 23 Agustus 2017. (Reuters/Rebecca Cook)

Selasa, 23 Juli 2019 | 11:23

Analisadaily – Penelitian menyubutkan, orang-orang yang cenderung makan sebagian besar produk tanaman mungkin lebih kecil untuk terserang diabetes tipe 2.

Peneliti memeriksa data dari sembilan studi yang diterbitkan sebelumnya dengan total 307.099 peserta, termasuk 23.544 orang yang menderita diabetes tipe 2. Lama studi berkisar 2 hingga 28 tahun. Semua penelitian menggunakan kuesioner frekuensi makanan untuk menilai diet peserta.

Secara keseluruhan, orang yang paling dekat berpegang pada pola makan nabati, vegetarian atau jenis nabati lainnya adalah 23 persen lebih rendah untuk terserang diabetes tipe 2, dibanding orang yang paling sedikit mengonsumsi makanan nabati.

“Diet nabati dapat meningkatkan kesehatan metabolisme dan mengurangi risiko diabetes melalui banyak jalur, termasuk mencegah kenaikan berat badan berlebih, meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi peradangan, dan mekanisme lainnya,” kata penulis senior studi ini dan seorang peneliti di Fakultas Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan dan Rumah Sakit Brigham and Women's di Boston, Dr. Qi Sun.

Dilansir dari Reuters, Selasa (23/7), orang yang makan beragam makanan nabati yang sehat dapat menurunkan risiko diabetes, bahkan ketika mereka bukan vegetarian ketat, menghindari daging, unggas dan ikan, juga menghindari produk hewani seperti susu dan telur.

Tetapi mereka mungkin tidak mendapat banyak manfaat jika pola makan nabati mereka penuh dengan makanan seperti kentang goreng, roti putih, dan nasi putih.

"Tidak masalah apa yang dimakan orang dan bagaimana sayuran diproses. Karena itu, mengonsumsi makanan nabati sehat yang tidak atau minimal diproses, seperti buah-buahan dan sayuran segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, harus ditekankan,” ujar Sun.

Orang-orang dalam studi yang mengikuti saran ini, dengan campuran buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang paling sehat dalam diet nabati mereka, 30 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita diabetes tipe 2 daripada peserta yang cenderung mengabaikan ide ini.

Diabetes tipe 2, bentuk paling umum, terkait dengan obesitas dan penuaan dan terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan atau membuat cukup banyak hormon insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi.

Jika tidak diawasi, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan saraf, kebutaan, amputasi, kerusakan ginjal, dan masalah jantung.

Dokter biasanya menyarankan pasien dengan diabetes tipe 2 untuk mengikuti diet rendah kalori, rendah lemak dan rendah karbohidrat yang mencakup banyak buah-buahan segar, sayuran dan biji-bijian serta unggas dan ikan tanpa lemak. Makanan berlemak dan bergula tidak dianjurkan karena terlalu banyak mengonsumsi daging merah atau olahan.

Tak satu pun dari studi yang lebih kecil dalam analisis saat ini adalah eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah diet nabati membantu mencegah diabetes atau komplikasi serius dari penyakit ini.

Ahli gizi di New York University Langone Medical Center di New York City, Samantha Heller mengatakan, meski begitu, hasilnya menawarkan bukti segar tentang potensi kebiasaan makan yang baik untuk membantu mencegah dan mengelola diabetes.

"Menambahkan lebih banyak tanaman utuh seperti brokoli, edamame, quinoa, minyak zaitun extra virgin, almond, dan berry, ke dalam makanan kita adalah cara yang bagus untuk membantu mengelola diabetes tipe 2 dan berat badan," tutur Heller, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Makanan berserat lebih tinggi sehat untuk mikrobioma usus, meningkatkan fungsi pencernaan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan membantu mengelola gula darah. Namun, penting untuk diingat bahwa bahkan ukuran porsi makanan sehat pun penting,” tambahnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar