Konsumsi Gula Terlalu Banyak Berdampak Pada Otak

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Konsumsi Gula Terlalu Banyak Berdampak Pada Otak

Ilustrasi (Huffington Post)

Jumat, 5 Januari 2018 | 14:26

Analisadaily - Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Otago, Selandia Baru, gula biasa dapat mempengaruhi cara kerja otak dan menghalangi kemampuan kognitif.

Periset mempelajari kinerja kognitif dari 49 orang yang mengonsumsi minuman mengandung glukosa, sukrosa (gula pasir), fruktosa, atau sucralose (pemanis buatan).

Peserta kemudian diuji bagaimana merespons, aritmatika, dan gangguan Stroop, yang merupakan tes psikologis yang mengukur proses kognitif.

Setelah menganalisis hasil uji coba mereka, ditemukan, mereka yang mengonsumsi banyak gula memiliki nilai lebih buruk daripada mereka yang mengonsumsi fruktosa atau sucralose.

"Pengonsumsi glokosa lebih berdampak buruk pada otak," kata Mei Peng, peneliti utama, seperti dilansir dari Huffington Post, Jumat (5/1).

"Meskipun penting bagi tubuh untuk memiliki glukosa agar berfungsi dengan baik, memiliki kadar glukosa yang tinggi karena konsumsi minuman manis atau makanan dapat merusak sel tubuh," tambah asisten profesor psikologi, Teresa Aubele, dari Indiana's Saint Mary's College.

Pada akhirnya, glukosa dapat mempengaruhi ingatan jangka pendek Anda, dan stabilitas mood. Penelitian selanjutnya dibutuhkan untuk mengukur seberapa jauh daerah otak berubah setelah mengonsumsi gula.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar