Konsumsi Banyak Kalsium Tidak Pengaruhi Risiko Fraktur Tulang

Penulis: Elfa | Editor: Triansari Prahara

Konsumsi Banyak Kalsium Tidak Pengaruhi Risiko Fraktur Tulang

Ilustrasi (Fox News)

Kamis, 1 Oktober 2015 | 08:50

Analisadaily - Ingat asupan kalsium, maka siapa saja akan mengingat kesehatan tulang. Fungsi kalsium lebih dikenal sebagai zat pembentuk gigi dan tulang. Lebih dari itu, fungsi kalsium berperan banyak di dalam tubuh. 

Misalnya saja, penyeimbang asam, mencegah resiko penyakit jantung, sebagai pembakar lemak. Mereka yang melaksanakan diet dapat mengoptimalkan pembakaran lemak dan menekan nafsu makan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman tinggi kalsium. Kalsium juga ampuh dalam meredakan nyeri haid.

Ada banyak produk yang ditawarkan untuk memenuhi kalisum harian. Disamping berbagai produk, dari berbagai makanan juga dapat ditemukan kandungan jenis ini, seperti sayuran hijau, tahu, tempe, biji-bijian, yogurt, dan susu.

Laporan yang diterbitkan di jurnal BMJ menyatakan, adanya efek berbeda dari asupan kalsium untuk kepadatan tulang dan risiko patah tulang pada orang dewasa di atas usia 50 tahun. Peneliti menganalisis hasil dari 59 percobaan secara acak. Sebelumnya melibatkan lebih dari 12.000 orang.

(Ask Biologist)

(Ask Biologist)

Para peneliti menemukan adanya peningkatan asupan kalsium dari mengkonsumsi suplemen. Peningkatan kepadatan tulang hingga dua persen. Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan ini tidak cukup untuk mengurangi risiko seseorang terkena fraktur tulang.

Dalam analisis kedua, dilaporkan Fox News, Rabu (30/09), peneliti mengamati lebih dari 40 penelitian dari aktivitas diet. Data ini tidak menemukan adanya hubungan antara jumlah kalsium dan risiko patah tulang. Mengkonsumsi lebih banyak kalsium tampaknya tidak meningkatkan atau menurunkan risiko patah tulang.

(My Stic Medicine)

(My Stic Medicine)

Ini bukan penelitian pertama yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi banyak kalsium tidak meningkatkan kesehatan tulang. Sebuah laporan tahun 2013 dari US Preventive Services Task Force menunjukkan tidak ada bukti mengkonsumsi vitamin D atau jenis kalsium dapat mengurangi risiko patah tulang.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar