KKP Kelas I Medan Izinkan Dua Klinik Lakukan Suntik Vaksin Meningitis

KKP Kelas I Medan Izinkan Dua Klinik Lakukan Suntik Vaksin Meningitis

Kepala KKP kelas I Medan, Priagung Adhi Bawono

(rel/rzd)

Kamis, 12 September 2019 | 12:05

Analisadaily (Medan) - Dua klinik kesehatan mendapat izin dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas I Medan untuk melakukan suntik vaksin meningitis kepada jemaah umrah. Keduanya adalah Klinik Assyifa, Jalan Waringin, Nomor 10, Sekip, dan Klinik Al- Ikhlas, Jalan Selamat Ketaren.

Kepala KKP kelas I Medan, Priagung Adhi Bawono mengatakan, pihaknya memberi persetujuan kepada klinik swasta untuk melakukan vaksinasi selama mengikuti peraturan yang ada. Hal ini mengacu kepada Permenkes nomor 23 tahun 2018 tentang pelayanan dan penerbitan sertifikat vaksinisasi Internasional serta Undang-undang nomor 6 tahun 2018.

"Klinik Assyifa dan Al- Ikhlas merupakan klinik binaan atau klinik perpanjangan tangan dari KKP. Jemaah umrah yang di daerah Medan tidak perlu jauh-jauh datang ke Belawan untuk mendapatkan kartu kuning atau International Certificate Of Vaccination atau ICV," katanya, Kamis (12/9).

Kedua klinik tersebut memudahkan masyarakat untuk mencapai akses vaksinasi. Selain dua klinik, ada beberapa klinik lainnya yang sedang dalam proses pengajuan atau menunggu persetujuan dari KKP, seperti dari Sibolga dan Rantau Prapat.

"Kalau bisa setiap Kabupaten/Kota ada klinik binaan, tetapi bukan sembarang klinik. Supaya dapat tetap terpantau dan mencegah terjadinya vaksin palsu yang dapat meresahkan," ucapnya.

Ke depan diharapkan tidak ada lagi klinik yang melakukan pemalsuan vaksin atau sertifikatnya. Diimbau juga untuk jangan salahkan pemerintah jika bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang melakukan kecurangan.

"Dengan kemudahan akses vaksinisasi yang diberikan, maka jemaah umrah harus tertib dan melakukan vaksin meningitis. Vaksin melindungi dan mencegah penyakit menular," sebutnya.

Penanggung Jawab Klinik Assyifa, Dr Ade Ravica Sari mengungkapkan, vaksin yang diwajibkan pemeritahan adalah meningitis. Jika jemaah terkena bakteri meningitis, maka yang diserang adalah saraf.

"Tanpa tahu gejala, tiba-tiba saraf diserang berlahan lalu demam. Badan ngilu dan daya tahan tubuh menurun. Dampak yang fatal kematian. Ini yang ditakutkan," ungkapnya.

Di Arab Saudi, banyak jemaah yang datang dari berbagai negara dan tidak tahu penyakit apa yang dibawa. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan jemaah yang datang divaksin, selain untuk melindungi negara juga melindungi jemaah.

"Ada beberapa jemaah umrah yang bandal, mereka ini bisa terserang meningitis. KKP di Medan selalu menekankan, tidak boleh mengeluarkan buku kuning jika tidak vaksin," tegasnya.

Selain vaksin meningitis, jemaah umrah dianjurkan melakukan vaksin influenza. Karena influenza lebih gampang penyebarannya melalui udara, dan sangat menular serta dapat mengakibatkan komplikasi serius.

"Disarankan, jemaah melakukan dua vaksinasi ini agar tidak tertular penyakit, agar ibadahnya lancar," sarannya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar