Ketidakamanan di Kongo Hambat Vaksinasi Campak

Penulis: Christison Sondang Pane

Ketidakamanan di Kongo Hambat Vaksinasi Campak

Ilustrasi (Pixabay)

Kamis, 20 Juni 2019 | 09:25

Analisadaily - Ketidakamanan di Kongo timur laut telah menghambat upaya vaksinasi campak dan memaksa orang untuk melarikan diri dari rumah mereka. Sehingga mempersulit upaya mengendalikan penyebaran virus yang telah membunuh lebih banyak daripada wabah Ebola tahun ini.

Setidaknya 1.500 orang telah meninggal akibat campak di Republik Demokratik Kongo sejak awal 2019. Sementara epidemi Ebola memakan korban jiwa sebaganyak 1.390 orang di timur.

Kekerasan etnis antara petani Lendu dan penggembala ternak Hema di provinsi timur laut Ituri telah memaksa ribuan orang untuk mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi di ibukota regional Bunia. Kepadatan di kamp-kamp meningkatkan kemungkinan campak.

"Ketika mereka berkumpul di kamp, ​​tingkat kontaminasi sangat tinggi," kata Direktur Rumah Sakit Utama Bunia Dr John Katabuka dilansir dari Reuters, Kamis (20/6).

Pengungsi mengatakan, mereka dibuat lebih rentan oleh kurangnya pasokan dan perumahan yang layak di kamp-kamp, karena orang menunggu dalam antrean panjang untuk mengisi air.

“Kita perlu berpisah agar kita tidak terkonsentrasi seperti ini. Itu harus segera dilakukan atau segalanya akan menjadi buruk. Kami akan terinfeksi oleh lebih dari satu penyakit - ada campak dan Ebola,” ujar Kepala Kamp Pengungsi di Bunia Buuma Betseba.

Para pejabat kesehatan telah memfokuskan upaya untuk memerangi wabah Ebola terburuk kedua dalam catatan, sekitar 87.000 kasus campak telah dilaporkan di seluruh negeri tahun ini, lebih dari 65.000 yang tercatat di seluruh tahun lalu.

Di Bunia, kepala otoritas kesehatan setempat, Louis Tshulo, mengatakan ketidakamanan telah mencegah vaksinasi anak-anak terhadap campak di daerah-daerah tertentu tahun lalu.

"Karena cakupan vaksinasi yang buruk pada tahun 2018, kami khawatir kekebalan anak-anak dan khususnya mereka yang berusia di bawah 5 tahun lemah," kata Tshulo kepada Reuters.

Pekan lalu, kementerian kesehatan mengatakan, kampanye vaksinasi akan menargetkan 1.4 juta bayi lagi, dan 2.2 juta telah divaksinasi pada bulan April.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar