Kenyataan Pahit Tentang Gula

Penulis: Ria Situmorang | Editor: James P Pardede

Kenyataan Pahit Tentang Gula

Ilustrasi (Star2)

Senin, 5 Oktober 2015 | 17:26

Analisadaily – Bukan heroin atau kokain. Namun gula bisa membuat kita kecanduan dan rupanya mematikan. Gula terdapat di semua rumah, supermarket dan bahkan warung-warung kecil.

Gula dijaman sekarang adalah penyebab penyakit obesitas, diabetes atau bahkan penyakit jantung. Dan, tentu saja, memberikan para dokter gigi penghasilan berlebih dengan rusaknya miliran gigi.

Gula adalah musuh kesehatan nomor satu. Bahkan kolestrol, garam dan daging tidak lagi pada level yang sama mematikannya dengan gula.

Tiga film baru-baru ini dirilis menyoroti masalah ini yaitu Sugar Film dari Australia, Sugar Coated dari Kanada, dan Sugar Rush, di mana koki Inggris terkenal, Jamie Oliver berpendapat bahwa perlu adanya pajak untuk gula.

Sebuah studi baru yang diterbitkan minggu ini mengisahkan cerita gelap tentang gula dan jantung. Hanya dengan minum satu atau dua kaleng minuman manis bersoda sehari, dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 35%. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes (tipe 2) sebesar 26% dan risiko stroke sebesar 16%.

Minum minuman manis setiap hari juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Satu kaleng minuman bersoda setidaknya mengandung tujuh sendok teh gula, yang merupakan tingkat asupan gula perharinya yang direkomendasikan di Inggris.

Dalam Sugar Film, kita melihat seseorang bisa mengkonsumsi 40 sendok teh gula per harinya. Rata-rata konsumsi gula pria Australia pada umumnya.  Ia mengkonsumsi gula tanpa sadar sama sekali. Seperti saat ia mengkonsumsi makanan sehat seperti jus dan granola bar atau saat ia minum smoothie di sebuah bandara yang sebenarnya mengandung 139g gula atau setara dengan 34 sendok teh.

Lustig, dalam video YouTube-nya tentang gula yang telah ditonton lebih dari tiga juta pengguna Youtube berpendapat bahwa tidak semua kalori adalah sama. Gula 11 kali lebih jahat dari semua kalori. Hal ini dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2 lebih gampang menyerang dibandingkan makanan lainnya seperti tepung.

Yang paling berbahaya dari gula adalah fruktosa di dalamnya. Ketika dimetabolisme di hati, trigliserida dan kolesterol LDL terlepas maka hal tersebut dapat menyebabkan lemak di hati dan resistensi insulin seperti yang dilansir dari laman Star2, Minggu (4/10)

Menjauhi gula juga tidak gampang dilakukan. Pertama, gula adalah bahan baku hampir semua industri makanan. Gula juga dapat membantu menciptakan tekstur, rasa dan pengawet pada makanan. Kedua, gula adalah zat adiktif. Namun bukan berarti kita tidak dapat melepaskan kecanduan itu seperti halnya rokok.

200 tahun yang lalu gula adalah makanan yang mewah, ia terkunci dalam sebuah kotak. Sekarang, kita yang harusnya menguncinya dalam sebuah toples agar kita terhindar darinya. 

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar