Kenali Suplemen Vitamin yang Dibutuhkan Tubuh

Penulis: Elfa | Editor: Christison Sondang Pane

Kenali Suplemen Vitamin yang Dibutuhkan Tubuh

Suplemen (Fox News)

Senin, 24 Juli 2017 | 10:55

Analisadaily - Menurut data survei konsumen 2016, 71 persen orang dewasa mengonsumsi beberapa jenis suplemen.

Penelitian menjelaskan, meski suplemen dibutuhkan tubuh, namun dari masing-masing suplemen yang dikonsumsi sebaiknya dikenali terlebih dahulu karena tidak semuanya baik untuk Anda.

Berikut adalah empat suplemen vitamin yang harus Anda kenali sebelum mengonsumsinya.

1. Vitamin E

National Institutes of Health, merekomendasikan vitamin E sebanyak 15 mg (atau 22,4 IU). Orang yang mengonsumsi lebih dari 400 IU setiap hari akan menghadapi peningkatan risiko kematian sebesar 4-6 persen.

Perlu diketahui juga, vitamin E tidak menurunkan risiko kanker prostat. Sebaliknya, pria yang diberi suplemen vitamin E lebih mungkin terkena kanker prostat.

2. Vitamin C

Suplemen vitamin C yang dipasarkan biasanya digunakan untuk pencegahan dan penanganan flu. Ada banyak jenisnya. Berupa pil, serbuk, tablet, hingga cairan. Biasanya mengandung 500-1000mg. Kadar ini 5-10 kali lebih banyak dari yang disarankan.

Mereka yang mengonsumsi suplemen vitamin C setiap hari tidak selalu ampuh mengurangi flu atau mencegahnya 100 persen. Ingatlah, dosis besar dapat menyebabkan batu ginjal.

3. Vitamin A

Vitamin A bisa menjadi racun dalam dosis besar. Misalnya menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut. Sebagian besar kasus toksisitas vitamin A terjadi pada orang dewasa yang menggunakan vitamin untuk mengobati penyakit hati, diabetes dan hipertiroid.

Vitamin A untuk orang dewasa maksimal sebanyak 700-900 mcg. Jika seseorang mengonsumis dua kali lebih banyak per hari dari yang disarankan, The American Journal for Clinical Nutrition mencatat, Anda akan berisiko terkena osteoporosis dan patah tulang pinggul.

4. Multivitamin

75 persen orang dewasa mengonsumsi suplemen mengkonsumsi multivitamin menjadikannya suplemen makanan paling populer. Selama beberapa tahun terakhir, penelitian demi penelitian terus menantang manfaat kesehatan dari multivitamin,.

Diklaim, wanita yang lebih tua pengonsumsi multivitamin dikaitkan dengan peningkatan angka kematian. Dilaporkan dari Fox News, Senin (24/7), multivitamin dipercaya tidak memberikan efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular atau perlindungan terhadap katarak dan kanker.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi multivitamin. Sebaiknya, vitamin diambil dari makanan alami, misalnya buah dan sayuran yang dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, serta tekanan darah tinggi tanpa efek samping yang berbahaya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar