Kematian Akibat Kanker Meningkat

Penulis: Reza Perdana

Kematian Akibat Kanker Meningkat

(AFP/Asia One)

Senin, 17 September 2018 | 20:59

Analisadaily - Kanker telah merenggut nyawa 9,6 juta orang pada 2018, terhitung satu dari delapan kematian di antara pria dan satu di antara 11 wanita. Hal ini berdasarkan data lembaga penelitian kanker Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Dalam laporan GLOBOCAN yang merinci prevalensi dan angka kematian dari berbagai jenis kanker, Badan Internasional WHO untuk Penelitian Kanker (IARC) mengatakan, beban kanker global akan meningkat menjadi sekitar 18,1 juta kasus baru tahun ini.

Dilansir dari Asia One, Senin (17/9), jumlha tersebut naik dari 14,1 juta dari 8,2 juta kematian pada tahun 2012, ketika survei GLOBACAN terakhir dipublikasikan.

IARC mengatakan, meningkatnya beban kanker ditandai dengan jumlah kasus baru, prevalensi, dan jumlah kematian yang disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk perkembangan sosial dan ekonomi serta pertumbuhan, dan populasi yang menua.

Di negara berkembang, dikatakan, ada juga pergeseran dari kanker yang terkait dengan kemiskinan dan infeksi terhadap kanker terkait dengan gaya hidup dan diet yang lebih khas dari negara-negara kaya.

Kanker paru, terutama disebabkan oleh merokok, adalah penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia. Dan bersama dengan kanker payudara, kanker paru-paru juga menyebabkan di antara jumlah tertinggi kasus baru penyakit, yaitu 2,1 juta kasus baru masing-masing diperkirakan akan didiagnosis tahun ini.

Dengan sekitar 1,8 juta kasus baru pada tahun 2018, kanker kolorektal atau usus adalah kanker ketiga yang paling sering didiagnosis, diikuti oleh kanker prostat dan kemudian kanker perut.

"Angka-angka baru ini menyoroti masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi peningkatan yang mengkhawatirkan dalam beban kanker global, dan pencegahan yang memiliki peran kunci," kata direktur IARC, Christopher Wild.

Dia menyerukan pencegahan yang efisien dan kebijakan deteksi dini untuk segera dilaksanakan. Laporan IARC mengatakan, upaya pencegahan seperti kampanye berhenti merokok, screening, dan vaksinasi human papillomavirus mungkin telah membantu mengurangi tingkat insiden untuk beberapa jenis kanker.

Tetapi ditambahkan bahwa, sebagian besar negara masih menghadapi peningkatan keseluruhan dalam jumlah kasus kanker yang didiagnosis dan membutuhkan pengobatan.

Di seluruh dunia, jumlah total orang yang hidup dalam lima tahun diagnosis kanker, yang disebut prevalensi 5 tahun, diperkirakan 43,8 juta.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar