Kematian Akibat Jantung Cenderung Terjadi Saat Musim Dingin

Penulis: Aldi Aulia Anwar | Editor: Eka Azwin Lubis

Kematian Akibat Jantung Cenderung Terjadi Saat Musim Dingin

Ilustrasi (Oklahoma Heart Institute)

Rabu, 28 Desember 2016 | 17:48

Analisadaily - Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung cenderung melonjak ketika memasuki masa liburan dan musim dingin.

Untuk menyingkirkan pengaruh potensi suhu terendah, para ahli memeriksa data lebih dari 738.000 kematian sejak tahun 1988-2013 di Selandia Baru. Secara keseluruhan, sekitar 197.000 kematian terkait penyakit jantung.

Penelitian ini mengklaim, ada sekitar 4,2% kematian akibat jantung selama pekan terakhir bulan Desember dan pekan pertama bulan Januari. Bahkan, usia rata-rata korban meninggal akibat sakit jantung relatif lebih muda ketika musim liburan saat cuaca dingin.

"Hal ini sangat menunjukkan bahwa efek natal tidak disebabkan oleh suhu atau apapun yang berhubungan dengan musim dingin," kata pemimpin penelitian dari University of Melbourne, Australia, John Knight.

Meski bukan karena suhu rendah, namun para peneliti berspekulasi, kematian terkait masalah jantung selama musim liburan bisa terjadi karena lonjakan stres, program diet, masalah kesehatan dan sebagainya.

"Ketika suhu dihapus sebagai kemungkinan penyebab kematian, kemungkinan penyebab itu karena berbagai faktor seperti sosial, kesehatan ataupun yang berhubungan dengan sistem kesehatan," tandasnya, dilansir dari FoxNews, Rabu (28/12).

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar