Kelola Saraf Rasa Lapar Untuk Kurangi Berat Badan

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Kelola Saraf Rasa Lapar Untuk Kurangi Berat Badan

Ilustrasi (Fox News)

Senin, 26 Maret 2018 | 14:12

Analisadaily - Pada dasarnya, rasa lapar merupakan sinyal yang diberikan tubuh ke otak. Dokter dari Emory University School of Medicine mempelajari bagaimana saraf yang mempengaruhi nafsu makan atau rasa lapar seseorang bisa dikelola.

Saraf yang berhubungan dengan lapar disebut trunkus vagal posterior, yakni berfungsi memberi tanda pada otak bahwa Anda lapar ketika perut kosong.

"Sembilan puluh lima persen orang yang memulai diet sendiri akan gagal atau mendapatkan berat badan mereka kembali pada enam atau 12 bulan. Alasannya adalah reaksi tubuh terhadap pembatasan kalori," kata pemimpin peneliti, Dr. David Prologo.

Dr. David mencoba untuk menonaktifkan sinyal dari saraf rasa lapar pada 10 pasien dengan memasukkan jarum ke punggung pasien, membekukan saraf selama dua menit, dengan panduan gambar hidup dari CT scan.

Tujuh dari 10 pasien yang melakukan terapi selama 45 hingga 90 hari mengalami penurunan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan, rata-rata 3,6 persen hingga 13,9 persen.

Dilansir dari Fox News, Senin (26/3), David dan timnya berencana melakukan uji coba yang lebih besar untuk lebih memahami fungsi mengelola saraf rasa lapar sebanyak mungkin.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar