Kelebihan dan Kekurangan Qbrexza Untuk Keringat Berlebih

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Kelebihan dan Kekurangan Qbrexza Untuk Keringat Berlebih

Ilustrasi (Fox News)

Senin, 23 Juli 2018 | 17:24

Analisadaily - Keringat berlebih dinilai menjadi penyakit yang harus diobati. Bagi sebagian orang, keringat berlebih sangat mengganggu. FDA baru-baru ini menyetujui Qbrexza (glycopyrronium), yakni sebuah obat untuk mengatasi masalah tersebut.

"Selama bertahun-tahun, dokter kulit telah memberitahu kami tentang perlunya pilihan pengobatan baru yang mengatasi Hiperhidrosis, mengingat stigma dan beban yang terkait dengan kondisi ini," kata Tom Wiggans, ketua dan CEO di Dermira.

Apa itu Qbrexza?

Qbrexza adalah perawatan topikal yang dimaksudkan untuk penggunaan sehari-hari dan bisa digunakan untuk pasien di atas umur sembilan tahun. Kelebihannya, obat ini merupakan antikolinergik, yang berarti memblokir neurotransmiter tertentu di sistem saraf pusat dan perifer. Ketika diterapkan pada kulit, Qbrexza memblokir produksi keringat dengan menghambat aktivasi kelenjar keringat.

Untuk efek sampingnya, Qbrexza termasuk mulut kering, sakit kepala, penglihatan kabur, dan kulit kering. Efek yang lebih serius bisa memburuknya retensi urin dan masalah suhu tubuh. Karena berkeringat sangat penting untuk mengatur suhu tubuh. Pasien yang menggunakan Qbrexza saat panas mungkin rentan terhadap heat stroke.

Dilansir dari Fox News, Senin (23/7), stigma keringat berlebih itu buruk di lingkungan merupakan alasan utama mengapa banyak orang mencari pengobatannya. Keringat berlebih atau Hiperhidrosis dibagi menjadi dua kategori, yakni primer dan sekunder.

Hiperhidrosis primer tidak disebabkan oleh kondisi medis lain, juga tidak disebabkan oleh obat-obatan. Berkeringat cenderung terjadi di area fokus tertentu, seperti ketiak, tangan, atau kaki. Hal ini juga umumnya simetris, yang berarti berkeringat terjadi di kedua sisi tubuh pada saat yang bersamaan.

Hiperhidrosis sekunder biasanya disebabkan oleh obat. Tidak seperti hiperhidrosis primer, keringat dapat terjadi pada area tubuh yang luas daripada titik fokus spesifik. Gejala hiperhidrosis sekunder juga cenderung terjadi saat tidur.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar