Kehamilan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kulit

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Ria Situmorang

Kehamilan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kulit

Ilustrasi (Pixabay)

Jumat, 10 Juni 2016 | 18:59

Analisadaily - Selama kehamilan, kanker kulit bisa berisiko lebih tinggi. Kasus ini diidentifikasi setelah Kristin Nyerges memiliki tahi lalat pada lehernya. Selama kehamilan, tahi lalat menjadi lebih besar dan didiagnosa menjadi melanoma.

Melanoma merupakan bentuk kanker kulit paling mematikan. Kanker kulit bahkan dapat mempengaruhi janin. Dilaporkan dari Fox News, Jumat (10/6), wanita hamil diminta menggunakan krim SPF ketika keluar rumah atau terpapar sinar matahari.

"Sekarang, saya memakai krim SPF ketika saya akan keluar rumah. Bahkan, jika itu hanya untuk berjalan-jalan. Saya senang, kami bisa mendeteksinya lebih awal," kata Nyerges, manajer asisten perawat untuk perawatan kritis di West Medical Center.

Nyerges di klinik Cleveland menyimpulkan, dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak didiagnosis melanoma, perempuan yang didiagnosis dengan penyakit melanoma lebih mungkin untuk meninggal lebih dini akibat melanoma. Tujuh kali, penderita kemungkinan bisa jadi penyebar kanker dan sembilan kali lebih mungkin terserang penyakit ini lagi.

Penelitian menunjukkan kehamilan menekan sistem kekebalan tubuh, yang dapat meningkatkan risiko penyakit, termasuk kanker. Tetapi, perubahan hormonal selama kehamilan juga dapat menyebabkan mutasi besar dari sel-sel kanker juga mempercepat proliferasi.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar