Kasus Resisten Obat Kembali Terjadi

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Kasus Resisten Obat Kembali Terjadi

Bakteri Gonore (Fox News)

Minggu, 9 Juli 2017 | 12:38

Analisadaily - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberi peringatan tentang bahaya resisten obat.

Peringatan itu muncul setelah adanya kasus resisten obat terhadap tiga pasien yang tidak bisa disembuhkan karena strain gonore.

Juru bicara WHO mengatakan, kemungkinan penyebaran gonore ke orang lain melalui hubungan seks.

"Bakteri yang menyebabkan gonore sangat ampuh. Setiap kali kami menggunakan antibiotik golongan baru untuk mengobati infeksi, bakteri itu berkembang untuk melawannya," kata spesialis reproduksi manusia WHO, Teodora Wi, dilansir dari Fox News, Minggu (09/7).

Bakteri gonore jika tidak diobati bisa menyebabkan radang panggul, kehamilan ektopik infertilitas serta risiko HIV. Tiga kasus tersebut terjadi di Jepang, Prancis dan Spanyol. Tidak ada antibiotik yang efektif dalam mengobati ketiga pasien.

"Untuk mengendalikan gonore, kami memerlukan alat dan sistem baru dalam pencegahan, pengobatan, diagnosis dini, pelacakan infeksi baru, penggunaan antibiotik, resistensi dan kegagalan pengobatan," ucap Marc Sprenger, Direktur Resistensi Antimikroba di WHO.

"Secara khusus, kami memerlukan antibiotik baru serta tes diagnostik perawatan cepat yang tepat dan akurat. Vaksin jangka panjang untuk mencegah gonore sangat dibutuhkan," pungkasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar