Jumlah Sperma Tidak Mempengaruhi Kesuburan

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Christison Sondang Pane

Jumlah Sperma Tidak Mempengaruhi Kesuburan

Ilustrasi (Net Mums)

Jumat, 27 Oktober 2017 | 10:41

Analisadaily - Penelitian sebelumnya membuat banyak publik terkejut tentang penurunan jumlah sperma pada pria dalam 40 tahun terakhir.

Hasil dari 200 penelitian mengatakan, jumlah sperma di antara pria dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru, telah berkurang dalam 40 tahun terakhir.

Dr. Levine, dari Universitas Ibrani di Yerusalem, menemukan, penurunan konsentrasi sperma 52,4%, dan penurunan jumlah sperma hingga 59,3% pada pria dari Amerika Utara, Eropa, Australia dan Selandia Baru. Hasil penelitian ini tentu saja membuat kekhawatiran pada pria.

Menjawab masalah ini, Shanna Swan, seorang peneliti sekaligus dokter di Icahn School of Medicine, New York City mengatakan, meski penelitian menjelaskan ada penurunan jumlah sperma, namun hal itu tidak mempengaruhi kesuburan pria.

“Hanya dibutuhkan satu sperma untuk berhasil membuahi sel telur. Jumlah dibawah skala reproduksi pun masih menghasilkan jutaan. Memang, sangat mungkin jumlah sperma menurun karena faktor lingkungan yang semakin tidak sehat,” kata Swan, seperti laporan dari Huffington Post, Jumat (27/10).

"Hasil penelitian tersebut tidak dapat diartikan sebagai penurunan kesuburan pria," tambah Dr. Aaron Styer, direktur medis CCRM Boston.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar