Jenis Vitamin dan Cara Mengkonsumsinya (Part I)

Penulis: Lely Novita

Jenis Vitamin dan Cara Mengkonsumsinya (Part I)

Ilustrasi (Berbagai Sumber)

Sabtu, 27 Juni 2015 | 18:28

Analisadaily - Vitamin dan mineral sangat penting dalam diet apapun, dan penelitian menunjukkan bahwa keduanya dapat membantu mencegah kanker dan penyakit jantung serta berbagai masalah kesehatan lainnya.

Vitamin tidak melulu dapat diperoleh dari suplemen. Vitamin juga dapat ditemukan dari sumber makanan. Jika Anda makan buah-buahan, sayur-sayuran dan makanan sehat lainnya, Anda sudah mendapatkan semua manfaat vitamin yang Anda butuhkan.

Tapi, tahukah Anda vitamin-vitamin apa saja yang Anda butuhkan dan bagaimana cara mengkonsumsinya dengan benar? Berikut panduannya, dilansir dari Health :

Beta-karoten

Beta-karoten ditemukan dalam wortel, ubi jalar dan paprika hijau, dimana antioksidan di dalamnya akan dikonversi di dalam tubuh menjadi viamin A. Seperti yang kita ketahui, vitamin A penting untuk penglihatan yang sehat, mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dan baik untuk kulit. Tapi, beberapa studi tidak membuktikan bahwa suplemen vitamin A dapat mencegah kanker. Bahkan, sebuah studi 2004 menemukan bahwa suplemen vitamin A justru meningkatkan risiko kanker paru-paru bagi perokok.

Cara mengkonsumsinya: Jangan konsumsi suplemen jika Anda seorang perokok dan coba untuk mendapatkan beta-karoten dari buah-buahan dan sayuran. Bagi yang bukan perokok, alangkah lebih bagus jika Anda tetap memilih beta-karoten dari sumber-sumber alami daripada suplemen.

Kalsium

Tubuh kita membutuhkan kalsium yang sebagian besar ditemukan di dalam produk susu, seperti susu, yogurt dan keju, untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis.

Cara mengkonsumsinya: Suplemen bukan ide yang buruk jika Anda tidak menyukai produk susu atau Anda dapat memilih makan kale dan sarden kaleng. Tapi disarankan untuk menghindari suplemen jika Anda rentan terhadap batu ginjal atau perempuan berusia lebih dari 70 tahun. Pasalnya, laporan 2010 telah mengaitkan suplemen dengan risiko serangan jantung pada wanita pasca-menopause. Jika Anda memutuskan untuk memilih suplemen, pastikan untuk tidak mengkonsumsinya lebih dari 500mg dalam satu waktu dan pasangkan dengan vitamin D untuk meningkatkan penyerapan kalsium.

Asam folat

Asam folat, yang mencegah cacat tabung saraf seperti spina bifida pada bayi, dapat ditemukan pada sereal sarapan, sayuran hijau tua, kacang-kacangan, jus jeruk, roti dan pasta.

Cara mengkonsumsinya: Konsumsi vitamin B ini sebanyak 400 mikrogram sehari atau 600 mikrogram jika Anda sedang hamil atau menyusui. Menurut National Institutes of Health (NIH), jumlah tersebut harus datang dari makanan, suplemen atau keduanya.

Zat besi

Zat besi sangat penting untuk berfungsinya sel-sel darah merah dan mencegah anemia.

Cara mengkonsumsinya: Cobalah untuk mendapatkan zat besi dari sumber makanan, seperti daging tanpa lemak, makanan laut, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau. Anda juga mungkin memerlukan suplemen jika Anda menderita anemia dan tentunya sesuai dengan saran dokter. Wanita, terutama ibu hamil atau yang sedang menstruasi, sangat penting untuk mengkonsumsi zat besi.

Kalium

Kalium dapat menurunkan tekanan darah, bahkan mengatasi irama jantung yang tidak teratur. Kalium juga dapat melawan efek dari terlalu banyak mengkonsumsi sodium. Kalium dapat ditemukan pada pisang, kismis, sayuran hijau, jeruk dan susu.

Cara mengkonsumsinya: Pertimbangkan suplemen jika Anda mengambil kalium untuk kondisi jantung atau jika Anda orang Afrika Amerika, yang merupakan sebuah kelompok dengan risiko tinggi hipertensi dan penyakit jantung. Perlu diingat bahwa terlalu banyak kalium dapat berbahaya bagi orang tua dan orang-orang dengan penyakit ginjal.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar