Jenis-Jenis Penyakit Kulit Dan Pengobatannya

Penulis: Reza Perdana

Jenis-Jenis Penyakit Kulit Dan Pengobatannya

Ilustrasi (Berbagai Sumber)

Jumat, 12 Mei 2017 | 20:36

Analisadaily - Sebagai organ terbesar tubuh, kulit sangatlah halus dan rapuh. Ketika lapisan dermis atau epidermis mengalami kerusakan atau luka, jaringan kulit baru akan tumbuh di area yang rusak.

Bekas luka, walau seringkali tidak sedap dipandang, merupakan tanda positif bahwa tubuh sedang menjalani proses biologis dalam memperbaiki luka. Bekas luka berarti proses penyembuhan telah terjadi.

Meskipun jaringan kulit yang baru terdiri dari bahan kulit yang sama, kualitas dan tampilan jaringan kulit yang baru dipengaruhi berbagai faktor seperti kedalaman, ukuran, dan lokasi luka pada tubuh dapat mempengaruhi tampilan bekas luka.

Faktor lain yang juga bisa mempengaruhi tampilan bekas luka adalah usia, jenis kelamin, etnis, dan faktor genetik dari masing-masing individu. Para ahli perawatan luka saat ini percaya 3 faktor utama dalam perawatan bekas luka yang baik adalah hidrasi kulit, perlindungan kulit, dan hasil akhirnya pemudaran tampilan bekas luka.

Beberapa jenis bekas luka yang umum ditemui, dimulai dari bekas luka Keloid. Keloid adalah hasil proses penyembuhan kulit yang terlalu agresif, dimana jaringan kulit baru, tumbuh hingga area di luar luka.

Jenis luka Keloid lebih umum ditemui pada orang yang berkulit gelap dan bisa terbentuk ketika kulit mengalami cedera. Yang kedua adalah bekas luka, Kontraktur, yang terbentuk ketika kulit terbakar.

Bekas luka ini bisa meresap, mempengaruhi ketegangan otot dan syaraf, akhirnya membatasi gerak tubuh. Ketiga adalah bekas luka Atrofi yang cenderung tampak kempis dan cekung karena rusaknya jaringan kolagen kulit.

Bekas luka ini umum terjadi akibat jerawat dan penyakit cacar. Yang ke empat adalah Stretch Mark atau luka guratan yang umumnya ditemui pada wanita setelah melahirkan.

Melihat fenomena yang sering dialami masyarakat Indonesia kebanyakan, Dr. Eveline dari PT Interbat menerangkan, bekas luka dapat timbul akibat luka apa saja, namun yang paling sering ditemui pada umumnya adalah akibat luka gores, luka bakar, luka bekas jerawat, luka bekas operasi, luka bekas penyakit cacar ataupun stretch mark.

“Artinya setiap individu kemungkinan besar memiliki bekas luka pada tubuhnya, dan masyarakat harus bisa memberikan perawatan khusus untuk penyembuhan bekas luka dengan krim-krim yang telah duji kesehatannya,” katanya, Jumat (12/5).

Salah satunya, lanjut Dr. Eveline, bisa menggunakan krim Laderma yang diformulasikan oleh spesialis perawatan luka di Eropa untuk memudarkan bekas luka lama dan baru lewat keunggulan bahan alami.

“Atau dengan perawatan bekas luka lainnya, karena bekas luka juga dapat memberikan efek samping bagi sebagian orang,” tutupnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar