Jangan Anggap Remeh Jerawat

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Jangan Anggap Remeh Jerawat

Ilustrasi (BBC)

Jumat, 22 April 2016 | 12:41

Analisadaily - Jerawat biasa dianggap menjadi masalah yang tidak serius bagi masyarakat. Jika dilihat secara person, jerawat sangat menganggu seseorang. Ditambah lagi, bullying dan stigma jelek tentang jerawat masih banyak terjadi di kalangan masyarakat.

James Partridge, pendiri dan kepala eksekutif Disfigurement Charity Changing Faces menyatakan sikap dukungan terhadap mereka yang berjerawat.

"Kita perlu menunjukkan rasa hormat, membantu orang mengatasi jerawatnya, tidak meremehkan dan stigma tidak jelek. Setiap tahun, ada kasus bunuh diri karena tekanan masyarakat hanya karena jerawat," kata James.

Artinya, jerawat bukan hanya penyakit kulit yang dapat diobat dengan obat medis, tetapi bisa berdampak pada kecemasan, bahkan stres. Juru bicara dan Konsultan Dermatologist, Dr. Anjali Mahto mengatakan, penyakit kulit menciptakan kecemasan dan tidak dapat dianggap remeh.

"Saya sering melihat pasien yang menolak untuk melakukan kontak mata, karena tidak ada rasa percaya diri. Orang-orang menutupi jerawat dengan rambut mereka menolak untuk pergi keluar, pergi bekerja atau pergi ke sekolah," kata Dr Mahto.

"Jika Anda sudah dewasa dan memiliki pola pikir jauh lebih baik dibandingkan masa remaja, tetap saja citra tubuh yang sudah dianggap negatif tinggal selama bertahun-tahun setelahnya," tambah Dr. mahto, seperti dilansir dari BBC, Jumat (22/4).

Tags :

#Jerawat #Wajah

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar