Izin Obat Baru Untuk Kanker Payudara

Penulis: Elfa | Editor: Eka Azwin Lubis

Izin Obat Baru Untuk Kanker Payudara

Ilustrasi (Fox News)

Rabu, 15 Maret 2017 | 09:15

Analisadaily - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberi izin kepada produsen obat, Swiss Novartis AG, untuk memasarkan produk bernama Kisqali sebagai obat kanker payudara.

Obat sejenis pil ini diyakini bisa memperlambat penyebaran kanker payudara dengan menghambat dua protein yang dapat merangsang pertumbuhan dan pembelahan sel kanker.

Kisqali ditujukan bagi wanita penderita kanker payudara metastatis atau dikenal sebagai HR +/HER2-. Kisqali merupakan bagian dari kelas obat yang disebut inhibitor kinase.

Pasien diminta mengonsumsi obat kisqali setiap hari selama tiga pekan sesuai anjuran dokter. Kemudian, pasien dianjurkan istirahat mengonsumsi obat selama satu pekan setelahnya.

"Ini merupakan terapi penting untuk pasien yang memiliki pilihan terbatas," kata ahli medis di Swiss, dr. Vas Narasimhan, dilansir dari FoxNews, Rabu (15/3).

Kisqali diberi nama kimia ribociclib. Obat ini memiliki efek samping seperti detak jantung menjadi abnormal, masalah hati serius dan infeksi. Selain itu, efek samping yang bisa timbul adalah rambut rontok dan kelelahan.

Perlu diingat, obat kisqali tidak boleh dikonsumsi wanita yang sedang hamil atau menyusui.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar