Instansi Militer akan Bekukan Sel Sperma Tentara

Penulis: Kiki Safitri | Editor: Lely Novita

Instansi Militer akan Bekukan Sel Sperma Tentara

Ilustrasi (Fox News)

Sabtu, 6 Februari 2016 | 12:22

Analisadaily - Dalam upaya untuk menahan para pendaftar militer muda yang meninggalkan instansi karena ingin menikah, Pentagon akan mulai menawarkan program pembekukan sel telur dan sperma melalui sebuah instalasi khusus.

Menurut Military Times, hampir 72 persen dari pendaftar militer adalah mereka yang berusia 30 tahun atau lebih muda, tahun-tahun emas untuk memulai sebuah keluarga.

Menteri Pertahanan Ash Carter mengatakan pembekuan sel telur dan sperma tentara ini, yang akan dimulai sebagai program dua tahunan, akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pasukan yang ingin memulai sebuah keluarga.

"Program ini juga akan membuat tentara yang mengalami luka dapat merasakan ketenangan pikiran meski sedang cedera," kata Carter, dilansir dari Fox News, Sabtu (6/2). 

Sebagai catatan, sebelumnya ratusan veteran menderita cedera pada organ reproduksi mereka saat menjalani pekerjaan di Irak dan Afghanistan. Dengan memiliki bank sperma beku atau sel telur, itu artinya cedera genital tidak akan menghalangi para tentara untuk memiliki bayi.

Tapi program ini membawa pro dan kontra di kalangan militer. Prosedur ini bagi sebagian kalangan terbentur oleh etika seputar pelestarian bahan reproduksi, serta bagaimana istri seorang prajurit yang meninggal dalam pertempuran dapat menggunakan sperma beku suaminya.

Selain itu, butuh anggaran yang tidak murah dalam proses ini. Program pembekuan ini ditaksir menelan biaya hingga $ 10.000. Saat ini, Pentagon masih bekerja dalam program percontohan dan memperkirakan biaya $ 150 juta selama lima tahun.

Program ini merupakan bagian dari Force of the Future yang merupakan inisiatif militer, yang mencakup peningkatan cuti orang tua dan perawatan anak. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan retensi pada pendaftar perempuan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar