Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Ditato

Penulis: Elfa | Editor: Eka Azwin Lubis

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Ditato

Tato (Grunge)

Minggu, 18 Juni 2017 | 10:35

Analisadaily - Tato sudah ada dalam berbagai bentuk sejak ribuan tahun silam. Tato merupakan tradisi kuno yang berlangsung dari generasi ke generasi.

Bahkan saat ini, tato sudah menjadi seni lukis tubuh yang terus dikembangkan, termasuk metode dan bahan yang digunakan.

Tato yang menggunakan tinta modern dimasukkan ke dalam sel kulit dan permukaan sel kulit yang akan berganti antara 2-3 pekan. Jarum kecil yang digunakan, mengenai lapisan atas kulit (epidermis) dan masuk ke lapisan berikutnya yang disebut dermis.

Jarum tersebut melakukan tusukan dengan kecepatan hingga 3.000 kali per menit untuk memasukkan tinta pada epidermis dan dermis. Tubuh yang kaya akan kapiler dan pembuluh darah, menarik tinta lebih dalam ke kulit.

Saat tubuh terkena jarum tato, sistem kekebalan tubuh mengirim sel yang disebut makrofag untuk mengunci partikel tinta karena tinta tersebut merupakan benda asing di tubuh. Makrofag berfungsi untuk menangkal tubuh agar tidak terkena infeksi atau peradangan.

Makrofag pada dasarnya 'melahap' tinta. Namun, makrofag tidak bisa menahan tinta dalam jumlah banyak. Saat hal ini terjadi, tubuh akan mengalami bengkak dan peradangan.

Menurut laporan Grunge, Minggu (18/6), lokasi tubuh yang benar-benar menyakitkan saat di tato adalah siku karena tidak banyak jaringan kulit disana. Artinya, jarum langsung menggores tulang Anda dengan melakukan hal itu sebanyak 3.000 kali per menit.

Kemudian, bagian belakang lutut karena kulitnya lembut, lentur dan tanpa lapisan otot di bawah kulit. Untuk alasan yang sama, ketiak dan daerah sekitarnya adalah lokasi yang juga buruk. Tulang rusuk dan tulang dada sangat menyakitkan karena posisi tulang dan kulit berdekatan. Maka, semakin banyak makrofag menerima tinta, semakin rusak kulit.

Beberapa jenis tinta, terutama yang merah bisa mengandung besi atau besi oksida. Dalam beberapa kasus, tubuh Anda mulai menjadi konduktor magnetik.

Besi pada pigmen mulai memanas dari bawah kulit. Pada akhirnya menciptakan luka bakar tingkat tinggi. Beberapa orang bahkan mengalami iritasi dan pembengkakan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar