Hubungan Erat Rosacea dan Alzheimer

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Ria Situmorang

Hubungan Erat Rosacea dan Alzheimer

Alzheimer (FoxNews)

Sabtu, 30 April 2016 | 15:47

Analisadaily - Orang dengan kelainan kulit inflamasi kronis rosacea dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer.

Para peneliti di Denmark menarik hubungan erat antara dua kondisi, yang keduanya ditandai dengan ekspresi peningkatan protein tertentu.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Neurology, ilmuwan di University of Copenhagen menarik data dari penduduk dewasa Denmark antara tahun 1997 dan 2012, sekitar 5,6 juta orang dan sebanyak 82.400 orang didiagnosa rosacea.

Peneliti kemudian menemukan bahwa pasien rosacea memiliki 7 persen peningkatan risiko demensia, dan 25 persen peningkatan risiko penyakit Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang tidak didiagnosa rosacea.

Jika dibagi berdasarkan jenis kelamin, perempuan rosacea memiliki peningkatan risiko Alzheimer 28 persen dan laki-laki dengan rosacea memiliki 16 persen peningkatan risiko Alzheimer. Ketika peneliti mengelompokkan mereka melalui umur, risiko Alzheimer hanya meningkat secara signifikan antara mereka yang berusia 60 tahun.

"Subtipe dari pasien neurologis, seperti terbakar dan rasa sakit menyengat di kulit, migrain, dan gejala neuropsikiatri, menunjukkan adanya hubungan antara rosacea dan penyakit saraf," kata penulis studi Alexander Egeberg, seorang profesor dermatologi di University of Copenhagen.

Dilaporkan dari Fox News, Sabtu (30/4), penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah pengobatan rosacea bisa memiliki efek pada risiko demensia.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar