Harus Diingat! Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Risiko Demensia

Penulis: Reza Perdana

Harus Diingat! Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Risiko Demensia

Ilustrasi (Boldsky)

Minggu, 3 Desember 2017 | 21:18

Analisadaily - Memiliki diet sehat sangat penting. Bukan hanya untuk kesehatan otak, tapi juga untuk kesehatan secara keseluruhan. Kurangnya nutrisi dan mineral penting dalam tubuh dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Vitamin D adalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Kurangnya vitamin D dalam tubuh dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Vitamin D membantu dalam memperkuat tulang, mengurangi risiko penyakit jantung, rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis.

Dilansir dari Boldsky, Minggu (3/12) bukan hanya itu, penelitian baru menemukan, kekurangan Vitamin D meningkatkan risiko demensia berkembang. Sinar matahari adalah salah satu sumber utama vitamin D.

Paparan sinar matahari secara teratur membantu menurunkan risiko demensia. Jumlah kasus demensia meningkat di seluruh dunia. Pada tahun 2014, penelitian mengklaim pasien dengan kekurangan vitamin D secara substansial lebih berisiko mengembangkan kondisi tersebut.

Selama penelitian ditemukan, orang dewasa yang kekurangan vitamin D memiliki risiko 53 persen lebih tinggi menderita demensia, sementara mereka yang kekurangan berat 122 persen lebih mungkin untuk mengembangkan kondisinya.

Para periset menemukan, lebih dari 1.600 orang yang diikuti selama enam tahun mengembangkan penyakit Alzheimer, serta bentuk demensia lainnya.

“Kami berharap dapat menemukan hubungan antara tingkat vitamin D rendah dan risiko demensia dan penyakit Alzheimer, namun hasilnya mengejutkan,” kata seorang peneliti, Dr David Llewellyn, yang bekerja dalam studi tersebut.

“Kami benar-benar menemukan asosiasi tersebut dua kali lebih kuat. seperti yang kita antisipasi. Uji klinis sekarang diperlukan untuk menentukan apakah mengonsumsi makanan seperti ikan berminyak atau mengonsumsi suplemen vitamin D dapat menunda atau bahkan mencegah timbulnya penyakit Alzheimer dan demensia,” tandasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar