Hampir 1.000 Anak Meninggal Dunia Karena Campak

Penulis: Christison Sondang Pane

Hampir 1.000 Anak Meninggal Dunia Karena Campak

Vaksin (Fox News)

Jumat, 15 Februari 2019 | 12:29

Analisadaily – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, setidaknya 922 anak-anak dan dewasa muda telah meninggal dunia akibat campak di Madagaskar sejak Oktober 2018, meskipun ada program vaksinasi darurat.

Manajer Medis WHO, Dr Katrina Kretsinger mengatakan, jumlah kematian didasarkan pada angka resmi, tetapi ini kemungkinan sangat tidak lengkap, seperti halnya total infeksi saat ini mencapai 66.000.

Menurutnya, campak merupakan penyakit virus yang sangat menular yang bisa menyebabkan komplikasi, termasuk kebutaan dan pembengkakan otak dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit lain.

Pulau Samudra Hindia salah satu negara termiskin di Afrika, dan pada tahun 2017 hanya 58 persen dari populasi telah diaksinasi campak. Kurangnya wabah besar sejak 2003 juga berarti banyak yang tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kekebalan.

Kretsinger mengatakan, sejauh ini sebuah tanggap darurat telah memvaksinasi 2.2 juta dari 26 juta penduduk. Beberapa dari mereka yang sebelumnya telah divaksinasi, tetapi hanya menerima satu kali suntikan, dan diberi suntikan kedua yang lebih standar.

“Kami percaya itu harus pergi jauh ke arah penghentian wabah,” kata Kretsinger dilansir dari Reuters, Jumat (15/2).

Madagaskar memiliki tingkat kerentanan gizi anak-anak tertinggi di Afrika, yaitu 47 persen. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi serius dan kematian akibat infeksi campak.

Direktur WHO untuk Imunisasi, Vaksin dan Biologis, Katherine O’Brien menyampaikan, penyakit ini juga bisa membuat anak-anak rentan terhadap radang paru-paru yang berpotensi fatal atau penyakit diare berbulan-bulan kemudian.

Madagaskar berencana melakkan standarisasi pada program vaksinasi dua dosis rutin akhir tahun ini.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar