Faktor Penyebab Orang Dewasa Ngompol

Penulis: Eka Azwin Lubis | Editor: Debora Debora

Faktor Penyebab Orang Dewasa Ngompol

Ngompol tidak hanya menimpa balita, namun orang dewasa juga kerap mengalaminya. (Berbagai Sumber)

Rabu, 28 Januari 2015 | 19:45

Analisadaily - Bagi anak berusia balita, ngompol mungkin menjadi hal lumrah yang mereka alami. Ketika anak sudah mencapai usia 10-15 tahun, biasanya kebiasaan ngompol tidak lagi terulang karena kecenderungan rasa malu atau faktor otodidak.

Menurut HealthMan, 1 dari 100 orang dewasa masih sering mengalami ngompol ketika mereka tidur. Banyak faktor yang menyebabkan mereka mengeluarkan air seni secara tidak sadar sehingga membuat mereka layaknya seorang anak yang masih berusia balita.

BACA JUGA : Krim Anti Jerawat yang Bisa Menyebabkan Infeksi Kulit

Berikut beberapa faktor yang dikutip dari HealthMan yang membuat orang dewasa masih kerap mengalami ngompol saat tidur:

1. Faktor keturunan

Orang tua yang saat kecil selalu ngompol, maka 40 persen anaknya kemungkinan akan mengalami masalah yang sama hingga dewasa dan jika kedua orang tuanya sama-sama suka ngompol saat, 70 persen si anak akan ikut ngompol di usia dewasa.

2. Volume air kemih

Ketika kita mengonsumsi banyak air pada malam hari, maka kandung kemih kita akan penuh. Itulah yang membuat air seni keluar di bawah alam sadar manusia.

3. Masalah psikologis

Ngompol yang dialami oleh orang dewasa sering dipengaruhi faktor ketakutan akibat mengalami suatu hal yang tidak mengenakkan sebelum tidur, atau mimpi buruk di saat tidur.

4. Tidur terlalu nyenyak

Ada sebagian manusia yang sangat sulit dibangunkan ketika mereka tidur. Suara sekeras apapun tidak akan didengar karena kecenderungan tidurnya yang terlalu nyenyak. Manusia seperti inilah yang biasa sering ngompol meski mereka sudah dewasa.

5. Gangguan pernafasan

New Scientist membuat sebuah riset dan menyebutkan manusia yang menderita gangguan pernapasan akibat kelainan bentuk pada langit-langit rongga mulutnya bisa mengalami masalah mengompol. (Eka)

 

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar