Epidemi Ebola Ditemukan di Kota Goma, Kongo

Penulis: Christison Sondang Pane

Epidemi Ebola Ditemukan di Kota Goma, Kongo

Ilustrasi virus Ebola (Medical Express)

Senin, 15 Juli 2019 | 09:35

Analisadaily - Kasus pertama Ebola di Kota Goma di Kongo timur ditemukan pada hari Minggu, sehingga meningkatkan kekhawatiran karena virus ini bisa menyebar lebih cepat di daerah padat penduduk yang dekat dengan perbatasan Rwanda.

Goma merupakan sebuah kota di tepi danau yang berpenduduk 1 juta orang, berjarak lebih dari 350 km (220 mil) selatan, tempat wabah Ebola terbesar kedua yang tercatat pertama kali atau terdeteksi setahun lalu. Tetapi demam berdarah telah secara bertahap menyebar ke selatan, menginfeksi hampir 2.500 orang dan membunuh lebih dari 1.600 orang.

Dilansir dari Reuters, Senin (15/7), Kementerian Kesehatan Kongo mengatakan, pasien terkena epidemi Ebola itu adalah seorang imam. Ia terinfeksi selama kunjungan ke kota Butembo, 200 km (124 mil) utara Goma. Di sana ia berinteraksi dengan pasien Ebola.

Dia mengalami gejala minggu lalu sebelum naik bus ke Goma pada hari Jumat. Ketika dia tiba di Goma pada hari Minggu dia pergi ke klinik di mana dia dites positif untuk Ebola.

"Karena kecepatan yang telah diidentifikasi dan diisolasi pasien, serta identifikasi semua penumpang bus dari Butembo, risiko penyebaran ke seluruh kota Goma tetap rendah," kata kementerian itu.

Goma telah mempersiapkan serangan Ebola selama setahun, mendirikan stasiun cuci tangan dan memastikan pengemudi mototaxi tidak berbagi helm. Tetapi di lebih banyak daerah pedesaan, virus ini sulit untuk dikendalikan.

Ketidakpercayaan lokal terhadap petugas kesehatan dan kekerasan milisi telah menghambat upaya penahanan dan menyebabkan jumlah kasus baru meningkat.

Ebola menyebabkan diare, muntah, dan demam berdarah dan dapat menyebar melalui cairan tubuh. Epidemi antara 2013 dan 2016 menewaskan lebih dari 11.300 orang di Afrika Barat.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar