Durasi Tidur Berkaitan dengan Peningkatan Risiko Serangan Jantung

Penulis: Reza Perdana

Durasi Tidur Berkaitan dengan Peningkatan Risiko Serangan Jantung

Ilustrasi (Pixabay)

Sabtu, 7 September 2019 | 16:33

Analisadaily - Penelitian baru menemukan, tidur dengan jumlah yang tepat dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung, bahkan jika Anda memiliki kecenderungan genetik terhadap penyakit jantung.

Dilakukan oleh para peneliti di University of Colorado Boulder bersama dengan rekan penulis di Rumah Sakit Umum Massachusetts, AS, dan Universitas Manchester, Inggris, studi baru mengamati 461.347 individu usia 40 hingga 69 yang tidak pernah mengalami serangan jantung dan yang mengambil bagian dalam UK Biobank, sebuah studi jangka panjang besar yang mencakup data genom pada lebih dari setengah juta penduduk Inggris.

Dilansir dari Asia One, Sabtu (7/9), para peneliti menganalisis kebiasaan tidur yang dilaporkan sendiri oleh para partisipan dan catatan medis juga melihat informasi genetik mereka untuk menentukan, apakah mereka yang secara genetis cenderung tidur pendek juga lebih mungkin mengalami serangan jantung.

Untuk membuat analisis, mereka menggunakan metode yang disebut pengacakan Mendel, yang mempelajari varian genetik untuk melihat apakah faktor-faktor tertentu dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih tinggi atau lebih rendah. Karena memberikan hasil yang lebih andal, setiap asosiasi yang ditemukan lebih cenderung menyarankan hubungan langsung.

Ketika para peneliti hanya melihat orang-orang dengan kecenderungan genetik terhadap penyakit jantung, mereka menemukan tidur antara enam dan sembilan jam setiap malam mengurangi risiko terkena serangan jantung sebesar 18 persen.

"Ini memberikan beberapa bukti terkuat bahwa durasi tidur adalah faktor kunci dalam hal kesehatan jantung, dan ini berlaku untuk semua orang," kata penulis senior Celine Vetter.

"Ini semacam pesan penuh harapan, terlepas dari risiko bawaan Anda untuk serangan jantung, tidur dalam jumlah yang sehat dapat mengurangi risiko itu seperti makan makanan yang sehat, tidak merokok, dan pendekatan gaya hidup lainnya," tambah penulis utama Iyas Daghlas.

"Sama seperti berolahraga dan makan sehat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, tidur juga bisa," kata Vetter.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar