Deteksi Parkinson Dari Penciuman

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Deteksi Parkinson Dari Penciuman

Ilustrasi (Time)

Rabu, 27 Desember 2017 | 13:21

Analisadaily - Joy Milne, seorang peneliti yang mendeteksi Parkinson dari indra penciumannya. Dia mampu menemukan molekul khas yang terkonsentrasi pada kulit penderita Parkinson.

Satu dari 500 orang di Inggris mengalami Parkinson atau secara keseluruhan ada 127.000 penderita Parkinson di Inggris.

Saat ini, belum ada obat pasti untuk penyakit Parkinson sejak didiagnosis tahun 1817 oleh James Parkinson.

Joy mengetahui dirinya bisa mendeteksi penyakit Parkinson melalui aroma tubuh sejak suaminya masih berusia 35 tahun.

"lihat bahwa dia bisa mendeteksi bau musky yang tidak biasa. Ketika dia berusia sekitar 34 atau 35 tahun, saya terus berkata kepadanya, dia belum mandi. Dia tidak menggosok gigi dengan benar," kata Joy, dilansir dari BBC, Rabu (27/12).

"Itu adalah bau baru, saya tidak tahu apa itu. Saya terus mengatakan kepadanya dan dia menjadi sangat marah," lanjut Joy.

Joy yang merupakan seorang pensiunan perawat hanya menghubungkan bau penyakit ini setelah menemui orang-orang dengan bau khas yang sama dengan kelompok penderita Parkinson di Inggris.

Untuk menguji kemampuannya, dia dites oleh sejumlah peneliti di Universitas Edinburgh. Kemudian Dr. Tilo Kunath membenarkan kemampuannya.

Joy diberi 12 kaus bertanda untuk dicium. Sebanyak enam kaus milik pasien Parkinson dan enam lainnya dipakai oleh relawan tanpa penyakit. Dari 12 kaus, Joy mampu mengidentifikasi keenam kaus penderita Parkinson.

Joy berjanji akan menyelidiki kemampuan istimewanya tersebut dan bagaimana hal itu bisa membantu orang lain.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar