Cepat Tanggap Tangani Alergi Pada Anak Dengan 3K

Cepat Tanggap Tangani Alergi Pada Anak Dengan 3K

Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi (kiri), Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, SpA(K), M.Kes (tengah) dan Zeinda Rismandari (kanan).

(aa/rzp)

Rabu, 17 Mei 2017 | 14:48

Analisadaily (Medan) - World Allergy Organization menyatakan bahwa anak-anak​ lebih berisiko mengalami alergi dibanding orang dewasa, dengan angka prevalensi pada anak sebesar 4-6 persen sementara pada orang dewasa hanya 1-3 persen.

Anak lebih berisiko mengalami alergi jika memiliki riwayat penyakit dalam keluarga seperti dermatitis atopik, asma, dan atau rhinitis alergi dari setidaknya salah satu orang tua atau saudara kandung.

"Selain faktor genetik, beberapa anak juga lebih berisiko mengalami alergi jika melahirkan secara caesar, penggunaan antibiotik saat persalinan, hingga terpapar asap rokok. Namun umumnya anak menderita alergi karena protein susu sapi," kata konsultan alergi imunologi anak, Prof. Dr. dr. Budi Setiawanbudi, SpA(K), M.Kes, di Medan, Rabu (17/5).

Tidak hanya itu, alergi, khususnya alergi protein susu sapi, juga berdampak negatif pada psikologi si anak di kemudian hari.

"Mereka akan lebih rentan mengalami stres dan kecemasan berlebih karena orang tua kian membatasi dalam memilih makanan dan minuman si anak. Bahkan hal itu dapat membuat anak stres dan mengurangi tingkat keceriaan mereka," ucap pakar psikologi anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi.

Oleh karena itu, perlunya kesadaran akan pentingnya perang orang tua dalam menangani alergi protein susu sapi pada si anak, salah satunya dengan mengampanyekan Bunda Tanggap Alergi dengan 3K, yaitu Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan.

Allergy Care Manager PT. Nutricia Sarihusada, Zeinda Rismandari menyebutkan, edukasi dengan mengampanyekan 3K memberikan pemahaman yang tepat bagi orang tua, khususnya para bunda dalam tanggap menangani alergi.

"Orang tua perlu waspada alergi protein susu sapi pada si kecil sejak dini, termasuk dampak fisik maupun psikis yang mungkin timbul. Jika ditangani dengan tepat, si kecil yang memiliki alergi protein susu sapi pun bisa tetap ceria menghadapi hari dan tumbuh sehat seperti teman seusianya," sebut Zeinda.

Kampanye ini, lanjutnya, sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu. Bahkan hingga saat ini pihaknya sudah mengedukasi para orang tua di Indonesia hampir 54 juta orang.

"Banyak edukasi yang kami sampaikan melalui media massa dan edukasi melalui laman www.alergianak.com. Kegiatan ini dapat mengambil langkah-langkah tepat dalam menangani alergi sejak dini, sehingga orang tua tidak cemas dalam proses tumbuh kembang si kecil," pungkasnya.

(aa/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar