Cegah Perokok Remaja, Indonesia Blokir Iklan Rokok Online

Penulis: Christison Sondang Pane

Cegah Perokok Remaja, Indonesia Blokir Iklan Rokok Online

Ilustrasi (Pixabay)
 

Minggu, 16 Juni 2019 | 09:48

Analisadaily - Indonesia, produsen rokok terbesar keempat di dunia, akan menindak iklan rokok secara online. Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah perokok muda.

Perokok remaja di Indonesia semakin banyak, dan sudah membatasi iklan rokok secara nasional, termasuk larangan promosi sponsor terhadap produk-produk tembakau.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan, telah memberi perintah kepada timnya untuk memblokir semua iklan rokok online setelah menteri kesehatan meminta larangan tersebut.

"Segera setelah menerima surat itu, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara memberikan arahan untuk memusnahkan konten iklan rokok di internet," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters, Minggu (16/6).

Sejauh ini, kementerian telah telah menemukan konten di 114 saluran media sosial, termasuk Facebook, Instagram dan Youtube, yang melanggar hukum dan sekarang akan diblokir.

"Kami berharap dengan memblokir iklan rokok di internet dapat mengurangi prevalensi merokok, terutama di kalangan anak-anak. Tiga dari empat remaja tahu tentang iklan rokok dari media online," kata Menteri Kesehatan, Nila Moelek.

Data survei kesehatan yang menunjukkan prevalensi merokok pada mereka yang berusia 10 hingga 18 tahun telah meningkat menjadi 9.1 persen tahun lalu dari 7.2 persen pada 2013.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia pada 2017, sekitar dua pertiga pria Indonesia merokok tembakau setiap hari, dan lebih dari 21 persen anak laki-laki berusia antara 13 dan 15 merokok secara teratur.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar