Cargill Dukung Program Gizi Anak Sekolah di Indonesia Melalui WFP PBB

Cargill Dukung Program Gizi Anak Sekolah di Indonesia Melalui WFP PBB

(FOTO: Istimewa).

(rel/rzd)

Selasa, 12 Maret 2019 | 16:31

Analisadaily (Deli Serdang) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat, akses untuk memperoleh sarapan sehat dan bergizi sangat penting bagi kesehatan dan kapasitas kognitif siswa sekolah dasar.

Kepala Seksi Kelembagaan, Sarana dan Prasarana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Gesit Mulyawan mengatakan, gizi buruk juga menjadi penyebab masalah kesehatan anak-anak seperti stunting yang mencapai 30,7 persen Indonesia.

“Namun sayangnya, sarapan sehat setiap hari masih tergolong mewah bagi banyak anak Indonesia, khususnya yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah,” katanya di SDN 104251 Deli Serdang, Selasa (12/3).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meningkatkan cakupan Program Gizi Anak Sekolan (ProGAS) di 39 kabupaten pada tahun 2019. Bentuk komitmen mendukung peningkatan ProGAS, Cargill memberi bantuan senilai 500.000 Dolar Amerika melalui World Food Program (WFP) PBB.

Kontribusi dari Cargill ini akan membantu WFP dalam memberikan bantuan teknis dan dukungan pembangunan kapasitas kepada ProGAS. Komitmen ini juga mencerminkan kegembiraan Cargill atas hasil positif yang ditunjukkan oleh siswa-siswa sekolah dasar dalam ProGAS periode 2017.

Hasil positif itu diantaranya, konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari meningkat dari 24,7 menjadi 47,7 persen. Rutinitas sarapan meningkat dari 59,2 menjadi 61,5 persen. Pengetahuan tentang gizi meningkat dari 50,6 menjadi 66, 1 persen.

Kemudian cuci tagan sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan toilet meningkat dari 88,1 menjadi 91,7 persen, serta minum air matang di sekolah meningkat dari 15, 1 menjadi 35,4 persen. Hasil ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan frekuensi siswa sekolah karena penyakit seperti deman, flu, dan diare.

“Kami mendukung sepenuhnya inisiatif Cargill bersama WFP untuk memperluas program ke daerah dan sekolah lain,” sebut Gesit.

ProGAS, yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta didukung secara teknis oleh WFP, bertujuan untuk menciptakan program makanan sekolah rumahan mengatasi masalah gizi dan kebersihan yang lazim ditemukan di kalangan siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu.

Sejak peluncuran ProGAS pada 2016, Cargill bersama dengan WFP telah membantu lebh dari 100.000 siswa di seluruh Indonesia. Makanan yang disediakan ProGAS disiapkan anggota masyarakat setempat menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari petani lokal, bertujuan menyediakan setidaknya seperempat dari kebutuhan kalori harian anak.

Termotivasi dari Program Sebelumnya

Country Representative Cargill Indonesia, Arief Susanto menyatakan, pihaknya sangat termotivasi dengan hasil yang menggembirakan dari implementasi ProGAS dan WFP pada periode sebelumnya, dan percaya dalam jangka panjang, ProGAS dapat terus berkontribusi secara positif untuk meningkatkan gizi, kesehatan, dan kapasitas anak-anak Indonesia.

“Komitmen kami untuk ProGAS sangat selaras dengan misi Cargill dalam memberi gizi pada dunia, serta membangun rantai pasokan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal. Sebagai bagian dari keterlibatan kami dalam ProGAS 2019-2020, Cargil akan memperluas cakupan implementasi di beberapa lokasi tambahan sekitar area operasional kami di seluruh negeri,” sebutnya.

Melanjutkan antusiasme terkait ProGAS, Anthea Webb, World Food Programme Representative Indonesia, mengatakan, WFP mengapresiasi dukungan Cargill terhadap misi mereka memperluas cakupan ProGAS.

“Dengan kerja sama ini, kami membantu siswa menjadi lebih sehat, lebih pintar, dan lebih kuat,” ujarnya.

Selain menyediakan sarapan yang seimbang dan bergizi untuk anak-anak sekolah dasar, ProGAS juga menciptakan peluang bagi penduduk lokal untuk memperoleh pemasukan tambahan. Petani lokal memiliki kesempatan untuk menjual hasil pertanian mereka ke ProGAS dengan harga yang lebih baik.

Sementara itu, penduduk lokal dapat memperoleh penghasilan hingga Rp 2.000.000 setiap bulan dengan menjadi anggota tim memasak ProGAS, sekaligus mendapat tambahan pengetahuan terkait prinsip-prinsip penting tentang kesehatan, nutrisi, dan persiapan makanan secara higienis.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar