Cahaya Biru Smartphone dan Komputer Sebabkan Kerusakan Mata

Penulis: Reza Perdana

Cahaya Biru Smartphone dan Komputer Sebabkan Kerusakan Mata

Ilustrasi (Asia One)

Senin, 13 Agustus 2018 | 19:24

Analisadaily - Cahaya biru yang berasal dari perangkat seperti smartphone dan komputer dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata. Hal ini berdasarkan sebuah penemuan dari penelitian di Amerika Serikat.

Penelitian yang dipublikasikan pada bulan Juli oleh para peneliti dari University of Toledo (UT) di Ohio, menemukan bahwa cahaya biru dari perangkat digital dapat menyebabkan penyakit seperti hilangnya penglihatan sentral dan rabun senja.

Salah satu peneliti, Dr Ajith Karunarathne, mengatakan kepada situs web UT, manusia yang terus menerus terpapar cahaya biru menyebabkan kornea dan lensa mata tidak dapat memblokir atau memantulkannya.

"Bukan rahasia bahwa cahaya biru merusak penglihatan kita dengan merusak retina mata. Eksperimen kami menjelaskan bagaimana ini terjadi, dan kami berharap ini mengarah pada terapi yang memperlambat degenerasi makula, seperti jenis penurunan mata yang baru," kata Dr Ajith, seperti dilansir dari Asia One, Senin (13/8).

Studi ini diterbitkan dalam Scientific Reports, jurnal online gratis dari penerbit Nature. Nature adalah jurnal sains yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1869.

Cahaya biru memiliki panjang gelombang yang sangat pendek dibandingkan dengan lampu lain yang terlihat, sehingga menghasilkan energi yang lebih banyak. Paparan cahaya biru menyebabkan molekul tertentu di mata untuk menghasilkan molekul kimia beracun, yang mempengaruhi sel-sel peka cahaya.

Menurut peneliti, hal tersebut dapat menyebabkan penyakit seperti degenerasi makula terkait usia (AMD) dan rabun senja.

AMD adalah kondisi medis yang tidak dapat diubah yang mengakibatkan hilangnya penglihatan sentral, dan juga merupakan penyebab utama kebutaan bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun, menurut situs web Singapore National Eye Centre.

Pasien masih dapat memiliki penglihatan perifer yang cukup untuk melanjutkan beberapa kegiatan sehari-hari, tetapi akan mengalami kesulitan mengenali wajah, mengemudi, atau membaca.

Para peneliti UT saat ini sedang mengukur cahaya yang berasal dari televisi, telepon genggam, dan layar meja untuk lebih memahami bagaimana sel-sel pada mata merespons paparan cahaya biru setiap hari.

Mereka menambahkan bahwa orang-orang yang ingin melindungi mata mereka dari cahaya biru dapat menghindari melihat ponsel atau tablet dalam gelap, dan memakai kacamata hitam yang bisa menyaring baik ultraviolet dan cahaya biru.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar