Berikut Penjelasan Ilmiah Tentang Tubuh yang Kurang Tidur

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Christison Sondang Pane

Berikut Penjelasan Ilmiah Tentang Tubuh yang Kurang Tidur

Ilustrasi (Huffington Post)

Rabu, 8 November 2017 | 10:47

Analisadaily - Kurang tidur sama dengan membuat tubuh mendapatkan masalah dalam segi kesehatan. Berbagai penyakit bisa mempengaruhi tubuh jika seseorang kurang tidur. Selama ini, pihak kesehatan hanya menjelaskan tentang dampak kurang tidur.

Kini, peneliti Australia menjelaskan secara ilmiah mengapa hal itu bisa terjadi. Kurangnya waktu tidur pada seseorang disbeut sebagai Ritme Sirkadian. Fenomena biologis ini ada di semua organisme hidup, bahkan bakteri.

Ritme Sirkadian menentukan kapan tubuh harus aktif atau istirahat. Ketika ritme sirkadian ditemukan, peneliti akhirnya mengetahui misteri dan hubungan kesehatan pada seseorang yang kurang tidur di malam hari.

Tahun 2007, para periset mulai mengerti bagaimana gangguan ritme ini bisa berujung pada masalah kesehatan. Dilaporkan dari Huffington Post, Rabu (8/11), obat tidur kemudian dikembangkan untuk mereka yang merasa terganggu pada jet lag dan perubahan waktu tidur.

Di sisi lain, konsekuensi sekunder yang dikenal sebagai Sequelae juga diselidiki dan menunjukkan gejala seperti penambahan berat badan. Penemuan akhirnya diketahui pada tahun 2015.

Para periset mengetahui adanya hubungan antara kekebalan tubuh kita dan bagian kecil otak yang dikenal sebagai inti suprachiasmatik atau disingkat SCN.

Panjangnya kurang dari dua millimeter. Hampir 20 tahun penelitian telah mengungkapkan, wilayah kecil yang berada di dalam otak ini merupakan pengatur utama ritme sirkadian. Fungsinya ternyata lebih besar. SCN juga mempengaruhi hampir semua proses di tubuh kita.

Tingkat pengaruh fungsi tubuh oleh SCN mencakup, suhu tubuh, tekanan darah, waktu makan dan  perasaan terjaga saat kelelahan. Semuanya terpengaruh oleh wilayah kecil ini. Sistem kekebalan tubuh misalnya, akan merespon dan mengubah fungsinya selama satu hari karena mendapat sinyal dari SCN.

Siang hari menjelang sore, kekebalan tubuh kita aktif. Larut malam dan memasuki pagi hari istirahat. Keseimbangan memastikan kekuatan menjaga keseimbangan agar tubuh tidak hiperaktif atau lelah.

Dengan pemikiran ini, para periset Australia mengeksplorasi konsekuensi terhadap keseimbangan kekebalan akibat kurang tidur.

Mereka menemukan adanya perubahan Ritme Sirkadian yang dapat menyebabkan perkembangan peradangan tingkat rendah. Peradangan bisa semakin buruk dan menjadi penyakit kronis,  seperti alergi, asma dan penyakit paru obstruktif kronik jika SCN terus memberikan sinyal buruk kepada kekebalan tubuh.

Itulah sebabnya mengapa peneliti meminta Anda menjaga tingkat mikroskopis dan molekuler sangat penting. Anda harus memastikan menjaga kesehatan lebih baik saat mengalami gangguan tidur akibat kerja shift, perjalanan zona waktu dan gangguan lainnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar