Banyak Pasien Stroke Tidak Mendapat Skrining Disfagia

Penulis: Aldi Aulia Anwar | Editor: Christison Sondang Pane

Banyak Pasien Stroke Tidak Mendapat Skrining Disfagia

Ilustrasi (Phsa.ca)

Kamis, 16 Maret 2017 | 11:15

Analisadaily – Penelitian di Kanada mengklaim, satu dari lima pasien yang memiliki jenis yang paling umum dari stroke tidak mendapatkan tes dalam melihat kemampuan mereka untuk menelan.

Di bawah pedoman pengobatan, pasien stroke seharusnya mendapat skrining ketidakmampuan menelan atau disebut disfagia, sebelum mereka menerima makanan atau minuman.

Pasalnya, penelitian sebelumnya menyatakan, pasien stroke dengan disfagia memiliki risiko lebih tinggi dari pneumonia, dehidrasi, kecacatan dan kematian, dibandingkan mereka yang tidak memiliki kesulitan menelan.

Untuk riset ini, peneliti mengkaji data dari 6.677 pasien di rumah sakit dengan apa yang dikenal sebagai stroke iskemik, yang dihasilkan dari obstruksi pada pembuluh darah yang memasok otak.

Tidak ada pasien yang mendapat dukungan seperti makan atau tabung oksigen, yang membuat mereka tidak memenuhi syarat untuk skrining disfagia.

Para peneliti melaporkan, dalam waktu 72 jam setelah tiba di rumah sakit, 1.280 pasien atau sekitar 19 persen, tidak mendapat skrining disfagia.

“Kelalaian skrining terutama terjadi pada pasien dengan stroke ringan, yang mana setengah lebihnya mungkin pasien dengan stroke yang lebih berat baru mendapat skrining,” kata peneliti utama, Dr. Raed Joundi, seorang peneliti neurologi di University of Toronto dilansir dari Reuters, Kamis (16/3).

"Gagal tes skrining disfagia meningkatkan risiko untuk hasil yang buruk, kematian, cacat, komplikasi, sebanyak faktor prognostik utama lainnya seperti mereka yang berusia lebih tua dan stroke berat. Bahkan juga berlaku pada mereka yang menderita stroke ringan," tandasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar