Banjir dan Air Tergenang Ancaman Terjangkit Leptospirosis

Banjir dan Air Tergenang Ancaman Terjangkit Leptospirosis

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/rzd)

Sabtu, 2 Maret 2019 | 19:43

Analisadaily (Medan) - Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama untuk mencegah terjangkitnya penyakit leptospirosis yang disebabkan dari kencing tikus.

Hal tersebut dikatakan Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sumatera Utara, dr. Dedy Irawan Nasution, usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Polda Sumut dalam kegiatan emergency update di Medan.

"Kebersihan lingkungan faktor utama untuk mencegah terjadinya penyakit leptospirosis," katanya kepada Analisadaily.com, Sabtu (2/3).

Menurut dr. Dedi, penyakit leptospirosis tersebut disebabkan yang paling besar karena banjir. Daerah rawan banjir, air kotor selalu tergenang dan banyak bakteri yang ada digenangi air tersebut.

"Tempat lembab dan genangan, air terutama saat banjir selalu menjadi ancaman tersebarnya bakteri dari penyakit leptospirosis itu," ucapnya.

"Imbauan kami kepada masyarakat, harus berprinsip selalu menjaga pola hidup bersih, mencuci tangan, mencuci buah dan sayur, minum air putih delapan gelas per hari, dan berolahraga. Untuk di Sumut, terutama di Medan, belum ada catatan untuk penyakit itu," ungkap dr. Dedi.

Dari data dan informasi yang diperoleh, tahun 2018 kasus leptospirosis dilaporkan ada di 7 provinsi, Banten 104 kasus dengan 26 kematian, DKI Jakarta terdapat 11 kasus dengan 2 kematian, Jawa Barat ada 2 kasus tanpa angka kematian, dan DIY ada 186 kasus dengan 16 kematian.

Kasus leptospirosis di Jawa Tengah tercatat paling tinggi dengan 427 kasus dan 89 kematian, Jawa Timur ada 128 kasus dengan 10 kematian, serta Maluku ada 5 kasus dengan 2 kematian. Dalam laporan, selain dari air kencing tikus, leptospirosis juga ditularkan dari air kencing kucing maupun anjing.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar