Bakteri Leptospirosis Tidak Ada di Medan, Dinkes Tetap Beri Sosialisasi

Bakteri Leptospirosis Tidak Ada di Medan, Dinkes Tetap Beri Sosialisasi

llustrasi (Net)

(jw/eal)

Senin, 18 Februari 2019 | 20:44

Analisadaily (Medan) - Penyakit yang disebabkan bakteri leptospirosis yang ditularkan dari kencing tikus menjadi atensi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan. Sebab penyakit ini sudah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa daerah di Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, Muthia N, mengatakan bahwa sampai saat ini di Kota Medan belum ada yang terkena penyakit leptospirosis. 

"Penyakit Leptospirosis sampai saat ini belum ada ditemukan di Medan," kata Muthia kepada Analisadaily.com, Senin (18/2).

Menurut Muthia penyakit itu disebabkan karena bakteri atau air kencing tikus yang disebabkan karena tempat yang kotor seperti saat banjir.

"Jadi untuk di Pulau Sumatera kasus ini belum ada. Yang sudah kena di tahun 2018 sampai 2019 ini ada di Pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT)," ucapnya.

"Bahkan penyakit Leptospirosis itu sudah menjadi KLB yang di daerah tersebut," sambung Muthia.

Untuk mengantisipasi merebahnya penyakit leptospirosis, Dinkes Kota Medan sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Untuk sementara kita sudah mewaspadai hal itu dan mengantisipasinya seperti memberikan surat edaran kepada masyarakat dan memberikan penyuluhan-penyuluhan ke Puskesmas mulai dari kecamatan sampai kelurahan," ungkapnya.

"Intinya kita selalu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu hidup bersih dan sehat atau PHBS," pungkas Muthia.

Dari data dan informasi yang diperoleh bahwa Pada tahun 2018, kasus leptospirosis dilaporkan ada di tujuh provinsi yakni Banten ada 104 kasus dengan 26 kematian, DKI Jakarta terdapat 11 kasus dengan 2 kematian, Jawa Barat ada 2 kasus tanpa angka kematian, dan DIY ada 186 kasus dengan 16 kematian.

Kasus leptospirosis di Jawa Tengah tercatat paling tinggi dengan 427 kasus leptospirosis dan 89 kematian, Jawa Timur ada 128 kasus dengan 10 kematian, serta Maluku ada 5 kasus dengan 2 kematian.

Dalam laporan tersebut, selain dari air kencing tikus, leptospirosis juga ditularkan dari air kencing kucing maupun anjing.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar