Bahaya Tersembunyi Pada Sampo

Penulis: Elfa | Editor: Christison Sondang Pane

Bahaya Tersembunyi Pada Sampo

Ilustrasi (Fox News)

Sabtu, 15 Juli 2017 | 10:27

Analisadaily - Dari semua hal yang perlu diragukan, sampo menjadi salah satu yang patut dikhawatirkan untuk keberlangsungan kesehatan.

Mungkin Anda tidak memikirkan bahaya yang tersembunyi pada sampo. Secara teori, Anda harus lebih memperhatikan apa yang digunakan untuk tubuh. Laporan ekstensif yang dipublikasikan oleh Food and Drug Administration (FDA) membuktikan sampo tidak selalu aman.

FDA merilis informasi tentang laporan buruk yang berkaitan dengan produk makanan dan kecantikan. Data berasal dari Center for Food Safety and Applied Nutrition.

Dilaporkan dari Fox News, Sabtu (15/7), menurut Steve Xu, seorang dokter di bidang dermatologi di McGaw Medical Center, produk rambut dan perawatan kulit menduduki daftar paling berbahaya.

"Perusahaan dan perorangan yang memproduksi atau memasarkan kosmetik memiliki tanggung jawab hukum untuk menjamin keamanan produk mereka. Peraturan hukum maupun peraturan FDA tidak memerlukan tes khusus untuk menunjukkan keamanan produk atau bahan individual,” kata perwakilan FDA.

Untuk menghindari kekhawatiran berlebih, FDA merilis daftar bahan yang harus dihindari oleh konsumen. FDA meminta konsumen teliti dalam melihat bahan yang digunakan perusahaan untuk produk yang akan dibeli. Antara lain:

Sulfat

Bahan ini dikenal sebagai bahan paling berbahaya untuk kulit, mata, mulut, dan mampu menimbulkan iritasi paru-paru. Selain itu, sodium laureth sulfate mengandung zat kimia yang diketahui menyebabkan kanker.

Formaldehida

Percaya atau tidak, banyak perawatan rambut dan produk rumah tangga lainnya menggunakan bahan pengawet ini. Menurut American Cancer Society, Anda yang terpapar bahan kimia Formaldehida akan mengalami perubahan kromosom lebih tinggi. Pada akhirnya, formaldehid dapat menyebabkan leukemia.

Parabens

Perusahaan kecantikan sering menggunakan paraben untuk melindungi dari pertumbuhan bakteri. Namun, zat kimia yang meniru estrogen di dalam tubuh ini bisa menyebabkan sel kanker tumbuh lebih cepat. Untuk saat ini, FDA belum menemukan kaitan yang cukup kuat untuk melarang bahan ini.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar