Bahaya Sinar Matahari Bagi Kulit

Penulis: Sagita Purnomo | Editor: Eka Azwin Lubis

Bahaya Sinar Matahari Bagi Kulit

Menggunakan tabir surya sangat direkomendasikan untuk menghindari radiasi sinar matahari (BBC News)

Selasa, 24 Februari 2015 | 09:39

Analisadaily - Para ilmuwan di Universitas Yale, Amerika Serikat, menemukan sebuah pigmen melanin yang dapat merusak sel-sel kulit akibat terkena sinar matahari selama beberapa jam. Sinar ultraviolet (UV) dari cahaya matahari dapat memberi efek radiasi yang mengakibatkan mutasi pada DNA.

Sebab itu, para ilmuan mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan tabir surya jika ingin keluar rumah agar terhindar dari radiasi.

BACA JUGA : Pilot Lebih Rawan Terkena Kanker Kulit

Pada umumnya, setiap manusia sudah dibekali dengan pigmen kulit yang dapat menahan dampak negatif sinar UV. Semakin gelap pigmen kulit manusia, maka daya tahannya akan semakin kuat, begitu juga sebaliknya.

“Setengah dari kasus kerusakan DNA terjadi bukan di pantai, melainkan di dalam mobil ketika perjalanan pulang ke rumah. Mayoritas orang di pantai menggunakan krim tabir surya, sementara mereka yang berada di dalam mobil merasa sudah aman dari sinar UV dan tidak menggunakan krim itu,” jelas salah saorang ilmua, Prof Brash, dikutip dari BBC News.

Kerusakan lapisan ozon bumi yang disebabkan oleh global warming mengakibatkan sinar matahari dapat langsung menembus dan sampai ke permukaan bumi. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab tingginya jumlah penderita kanker kulit saat ini.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar