Bahaya Obstruksi Usus

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Bahaya Obstruksi Usus

Ilustrasi (Fox News)

Selasa, 14 November 2017 | 13:35

Analisadaily - Menurut National Institutes of Health (NIH), antara 60 dan 70 juta orang hidup dengan berbagai masalah pencernaan. Termasuk hernia, batu empedu, usus inflamasi dan sindrom iritasi usus besar.

Selain itu, banyak orang memiliki kondisi kronis karena obstruksi usus. Ini adalah istilah luas yang mengartikan kondisi peradangan di sistem pencernaan hingga penyumbatan.

Siapa saja bisa berisiko terkena peradangan di usus besar dan kecil karena penyumbatan. Terutama bagi mereka yang pernah menjalani operasi usus.

Penyumbatan pada usus besar bisa memakan waktu lebih lama untuk disembuhkan dibandingkan penyumbatan di usus kecil. Gejala umum dari obstruksi usus meliputi, sakit perut atau kram, perut kembung, sembelit, diare, sulit buang angin, mual atau muntah, dan kehilangan selera makan.

Gejala bisa lebih parah. Tergantung kondisi pasien. Kondisi peradangan ini dapat menyebabkan dinding usus membengkak atau menebal, membuat pencernaan lebih sulit.

Dilansir dari Fox News, Selasa (14/11), beberapa komplikasi yang ditimbulkan pun tidak bisa dianggap remeh. Komplikasi bisa membuat pasien mengalami malnutrisi, kematian jaringan karena obstruksi dapat memotong suplai darah di bagian usus.

Kemudian, herniasi, infeksi dan kerusakan jaringan parut. Mengobati obstruksi usus sangat tergantung pada jenis obstruksi. Dalam banyak kasus, pasien harus menjalani pembedahan.

Jika hanya mengalami penyumbatan parsial, dokter hanya akan menyarankan diet rendah serat.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar