Bahaya Konsumsi Obat Nyeri Pinggang Saat Hamil

Penulis: Elfa | Editor: Ria Situmorang

Bahaya Konsumsi Obat Nyeri Pinggang Saat Hamil

Ilustrasi (Fox News)

Selasa, 16 Agustus 2016 | 12:29

Analisadaily - Banyak dampak negatif yang diakibatkan oleh obat-obatan saat seorang wanita mengonsumsinya tengah hamil. Wanita yang memilih mengonsumsi obat nyeri pinggang saat hamil memberikan masalah perilaku pada anak mereka di kemudian hari.

Para peneliti menganalisis data sebanyak 7.800 ibu dan menemukan lebih dari setengahnya mengonsumsi obat acetaminophen atau biasa dikenal dengan nama paracetamol selama hamil. Sekitar 5 persen anak bermasalah pada perilaku di usia tujuh tahun. Masalah perilaku termasuk hiperaktif dan emosional pada banyak anak perempuan.

"Bukan berarti ibu hamil menghindari seutuhnya acetaminophen. Obat bisa dikonsumsi dengan dosis yang sudah disarankan dokter. Sedangkan obat pereda nyeri pinggang lain lebih tidak aman,” kata peneliti utama, Evie Stergiakouli dari University of Bristol di Inggris.

Disisi lain, penemuan Evie tidak disepakati oleh Dr. Hal Lawrence, wakil presiden eksekutif dan chief executive dari American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG). Dia mengatakan, obat yang nyeri pinggang tidak secara langsung memberikan dampak negatif pada perkembangan perilaku anak.

"Gangguan perilaku yang multifaktorial dan sangat sulit untuk bergaul adalah penyebab tunggal. Otak tidak berhenti berkembang sampai usia anak 15 bulan. Artinya, ada banyak faktor lain yang membuat anak-anak bermasalah pada perilakunya,” kata Lawrence.

Keterbatasan penelitian ini meliputi kurangnya data dosis atau lamanya penggunaan acetaminophen. Penelitian ini hanya mengandalkan informasi dari orang tua untuk melaporkan penggunaan acetaminophen.

Sementara itu, ada beberapa penelitian lain yang menyarankan untuk tidak mengonsumsi jenis obat tertentu karena berhubungan dengan masalah neurologis dan perkembangan pada anak. Menghindari obat seminim mungkin menjadi saran terbaik yang diberikan para peneliti untuk saat ini, sebelum penelitian dikembangkan lagi.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar