Awas, Minyak Goreng Picu Kanker dan Kerusakan Otak

Penulis: Lely Novita

Awas, Minyak Goreng Picu Kanker dan Kerusakan Otak

Ilustrasi minyak goreng (naturalmedicinebox)

Rabu, 11 November 2015 | 13:00

Analisadaily - Memasak dengan minyak goreng berbahan nabati atau biasa disebut dengan minyak sayur, ternyata berkaitan dengan kanker dan kerusakan otak, menurut para ahli.

Ketika dipanaskan, minyak goreng berbahan nabati (jagung, sawit, kedelai, dan biji bunga matahari) akan melepaskan zat kimia yang disebut aldehida, yang telah dikaitkan dengan berbagai penyakit kanker dan penyakit degenerasi otak seperti Alzheimer.

Martin Grootveld, seorang profesor bioanalytical kimia dan patologi kimia di DeMontfort University di Leicester mengatakan, makanan yang digoreng dengan minyak sayur, seperti ikan dan keripik, mengandung 100 sampai 200 kali lebih banyak aldehida dari batas asupan harian yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tidak hanya kanker, mengkonsumsi minyak goreng nabati dalam jumlah berlebihan juga dapat memicu penyakit jantung, inflamasi, meningkatnya tekanan darah dan mengganggu kesehatan mental. Asam lemak omega 6 yang hadir dalam minyak nabati dapat menghapus asam lemak omega 3 yang penting untuk menjaga kesehatan otak.

“Jika Anda terlalu banyak mengkonsumsi minyak jagung dan bunga matahari, otak akan terlalu banyak menyerap omega 6 dan secara efektif akan menyingkirkan omega 3,” kata John Stein, profesor ilmu saraf di Universitas Oxford.

Para ilmuwan lebih menyarankan pada pilihan diet yang lebih baik, yaitu dengan mengkonsumsi minyak mentega, kelapa dan zaitun. Meski disarankan, minyak zaitun yang dimasak juga mengandung aldehida, namun dalam jumlah yang lebih rendah dibanding minyak nabati.

National Health Service (NHS) Inggris sebenarnya telah memperingatkan agar masyarakat mengurangi asupan minyak nabati dan minyak zaitun atau mentega yang digunakan untuk memasak makanan.

“Cobalah untuk mengurangi makanan yang tinggi lemak jenuh. Sebagai pilihan sehat, konsumsi hanya sejumlah kecil minyak sayur atau mengurangi asupan minyak pengganti seperti minyak mentega, atau ghee,” saran NHS dalam laman resminya, dilansir dari Times of India.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar