Atasi Kolera di Daerah Bencana, Vaksinasi Mulai Dilakukan

Penulis: Christison Sondang Pane

Atasi Kolera di Daerah Bencana, Vaksinasi Mulai Dilakukan

Ilustrasi (Parysgazetta)

Jumat, 29 Maret 2019 | 14:48

Analisadaily – Mozambik mulai melakukan vaksinasi kolera di daerah yang luluh lantah karena Topan Idai. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bergerak setelah mendapat informasi ada lima kasus terdeteksi.

Anggota Senior Tim Respons WHO, David Wightwick mengatakan, sudah tujuh klinik didirikan di Mozambik untuk merawat pasien kolera dan dua klinik lagi akan segera selesai dibangun.

“Kami memiliki 900.000 dosisi vaksin kolera oral yang akan datang pada hari Senin, dan kami akan memulai melakukan vaksinasi sesegera mungkin pekan depan,” kata Wightwick dilansir dari Reuters, Jumat (29/3).

Saat ini, ada ribuan orang terperangkap di desa-desa yang terendam air, tanpa akses air bersih setelah Topan Idai menghancurkan kota pelabuhan Beira di Mozabik pada 14 Maret 2019. Topan menyebabkan banjir dan menewaskan lebih dari 700 orang di tiga negara di Afrika Selatan.

Dua puluh ribuan orang ada di kamp sementara. Upaya bantuan semakin fokus pada penanggulangan wabah penyakit yang ditularkan melalui air dan penyakit menular lainnya.

Menteri Pemerintah Daerah Zimbabwe, Juli Moyo menyampaikan, pemerintah akan melakukan penambahan biaya $ 18 juta lagi untuk melalukan penanggulangan bencana ini. Sebelumnya disampaikan, ada 713 orang di Mozabik dan Malawi meninggal dunia.

Kolera merupakan penyakit endemik Mozambik yang mewabah secara teratur lima tahun terakhir. Sekitar 2.000 orang terinfeksi yang berakhir pada Februari 2018.

Tetapi, menurut WHO, skala kerusakan infrastruktur air dan sanitasi Beira, ditambah populasinya padat telah menimbulkan kekhawatiran, epidemi lain akan sulit diatasi.

Di Malawi, yang dilanda banjir dan hujan lebat menjelang Topan Idai, mengakibatkan, pertanian dan peternakan terkena dampak buruk dan infrastruktur irigasi telah rusak.

Juru bicara kementerian pertanian Hamilton Chimala mengatakan sekitar 420.000 metrik ton jagung hilang, sekitar 12 persen dari perkiraan hasil negara sebesar 3.3 juta metrik ton pada musim tanam 2018-2019.

Malawi yang miskin secara teratur dilanda kekurangan makanan, sehingga kerusakan biji-bijian pokok negara itu memprihatinkan.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar