Apakah Make-up Permanen Aman?

Penulis: Elfa | Editor: Christison Sondang Pane

Apakah Make-up Permanen Aman?

Ilustrasi (Fox News)

Selasa, 4 Juli 2017 | 11:45

Analisadaily - Menurut survei tahun 2014, wanita menghabiskan rata-rata 55 menit setiap hari untuk penampilan mereka, termasuk rutinitas make-up. Belakangan ini, make-up permanen digandrungi banyak wanita pada bibir, alis, dan mata mereka.

Make-up permanen dilakukan agar wanita tidak membutuhkan waktu lama lagi setiap ingin pergi keluar. Biasanya dilakukan pada bibir, alis, bulu mata dan lainnya. Sebab, make-up permanen akan tahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Tergantung pada faktor, seperti jenis pigmen yang digunakan dan paparan sinar matahari.

Bagaimana dengan keamanan dan kesehatan pada kulit akibat make-up permanen? Risiko dari make-up permanen tetap ada. Risiko paling serius adalah infeksi. Dilaporkan dari Fox News, Selasa (04/7), sebaiknya perhatikan penggunaan alat. Kebersihan sangat diutamakan.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), reaksi alergi terhadap pigmen yang digunakan pada make-up permanen bisa juga terjadi pada beberapa orang karena bahan granuloma, dan keloid (jaringan parut yang berlebihan).

Bisa juga kulit mengalami bengkak atau terbakar. Namun, ini biasanya bersifat sementara. Perlu diperhatikan, bagian bibir dan kelopak mata merupakan daerah yang sangat sensitif. Sementara anestesi topikal biasanya tidak digunakan untuk make-up permanen.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar