Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Patah Hati?

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Christison Sondang Pane

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Patah Hati?

Ilustrasi (Cleavant Health)

Senin, 18 Desember 2017 | 13:38

Analisadaily - Ronald A. Alexander, seorang psikoterapis di California dan Colorado, sekaligus penulis buku Open Mind: Finding Purpose and Meaning in Times of Crisis, Loss, and Change, mengatakan, saat seseorang mengalami patah hati, maka bukan sakit psikis atau emosional saja yang dialami. Tetapi juga fisik.

Patah hati akan membuat tubuh menglami berbagai macam hal. Misalnya, akan menimbulkan gangguan tidur, seperti insomnia. Stres karena patah hati mengganggu proses biologis yang biasanya membantu seseorang tidur nyenyak.

"Bila Anda menderita patah hati, sangat sulit untuk menenangkan pikiran dan beristirahat," kata Alexander, seperti laporan dari Huffington Post, Senin (18/12).

Kemudian, kegelisahan dan peningkatan palpitasi jantung sering juga terjadi saat patah hati. Pada kahirnya seseorang akan mengalami keadaan hypoarousal.

Dalam beberapa kasus ekstrim, perpisahan bisa menyebabkan gejala serangan jantung, atau sindrom kardiomiopati Takotsubo, yakni kondisi jantung yang disebabkan oleh tekanan.

Harmony Reynolds, seorang ahli jantung di New York University Langone Medical Center, mengatakan, gejala sindrom kardiomiopati Takotsubo adanya perubahan elektrokardiogram, dan mirip dengan pasien serangan jantung biasa, meski arteri jantung tetap terbuka.

"Pasien yang juga disebut dengan sindrom jantung patah memiliki kelainan fungsi otot jantung yang meluas. Kerusakan otot jantung bisa pulih sepenuhnya selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Sayangnya, pasien yang telah mengalami sindrom jantung patah terus mengalami peningkatan risiko penyakit jantung dan kejadian stroke," kata Reynolds.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar