Apa yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Marah? (Part I)

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Marah? (Part I)

Ilustrasi (The List)

Minggu, 12 November 2017 | 10:36

Analisadaily - Siapa pun pasti pernah marah. Mulai dari hal kecil hingga hal besar bisa menyebabkan seseorang jadi marah.

Sekilas, marah merupakan aktivitas yang biasa terjadi dan terkesan lumrah selama masih dalam taraf kewajaran.

Namun bagaimanapun, marah tetap memiliki dampak pada tubuh. Lalu apa yang terjadi pada tubuh saat Anda marah? Berikut rinciannya seperti dilansir dari The List, Minggu (12/11):

Glukosa darah turun

Hal pertama yang terjadi saat Anda marah, glukosa di dalam tubuh akan menurun karena marah merupakan aktivitas yang menyerap banyak glukosa. Glukosa berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat. Umumnya merupakan bahan bakar utama bagi tubuh dan otak.

Jika kadar glukosa darah turun terlalu rendah, tubuh mulai melihat ini sebagai ancaman jiwa karena otak tidak memiliki bahan bakar lagi. Prioritas utama tubuh adalah menjaga agar otak tetap hidup, tapi tanpa glukosa, otak Anda mulai sulit berkonsentrasi.

Lapar

Setelah glukosa turun, maka tubuh mengirim sinyal ke otak untuk segera makan sehingga marah bisa membuat Anda sangat lapar. Tubuh Anda mulai melepaskan hormon sebagai respons. Ada dua hormon utama yang dilepas untuk mendorong tubuh melepaskan gula cadangan yang tersimpan sebelum Anda makan.

Hormon ini disebut glukagon dan hormon pertumbuhan. Glukosa disimpan dalam tubuh membentuk glikogen yang ditemukan pada otot dan hati. Glukagon dan hormon memberi tahu tubuh untuk mulai melepaskan glikogen agar kadar gula darah naik kembali. Masalahnya, hanya ada 2.000 kalori yang tersimpan.

Hormon stres naik

Karena glukosa yang tersimpan terbatas, otak juga mengirimkan sinyal darurat, menyuruh tubuh melepaskan hormon stres dari kelenjar adrenal. Kedua hormon ini adalah epinefrin dan kortisol. Hormon dilepaskan untuk mengaktifkan mekanisme fight or flight untuk memotivasi Anda keluar dan mencari makanan.

Hormon juga menyebabkan Anda merasa cemas dan gelisah karena tubuh sedang membutuhkan makanan. Disinilah seseorang akan merasa stres.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar