Anak Super Aktif Cenderung Alami Depresi?

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Anak Super Aktif Cenderung Alami Depresi?

Ilustrasi (Fox News)

Jumat, 13 Januari 2017 | 21:45

Analisadaily - Peneliti menggunakan aktivitas pelacak untuk melihat seberapa banyak anak-anak beraktivitas fisik. Kemudian peneliti mewawancarai anak-anak dan orang tua untuk menilai apakah anak-anak memiliki gejala depresi.

Ketika anak-anak lebih aktif pada usia 6 sampai 8 tahun, maka ada kecenderungan mereka mengalami depresi dua tahun kemudian. Padahal, selama ini banyak yang menyebutkan aktivitas fisik atau anak yang aktif dapat mengubah mood mereka. Benar, namun anak yang terlalu atau super aktif justru membawa dampak buruk.

Pada usia 6 dan 8 tahun waktu aktif, sebaiknya selama 1,18 jam. Dilansir dari Fox News, Jumat (13/1), salah satu keterbatasan dari penelitian ini adalah gejala depresi tidak selalu berarti anak-anak akan memiliki diagnosis klinis depresi.

Hanya beberapa anak yang didiagnosa akan mengalami depresi. Setidaknya, 0,3 persen dari peserta penelitian pada usia enam tahun dan 0,4 persen pada usia delapan.

Penelitian ini juga observasional dan tidak dapat menunjukkan bagaimana setiap aktivitas fisik dapat menyebabkan anak-anak menjadi tertekan. Menurut Dr Gary Goldfield, seorang peneliti psikologi di University of Ottawa di Kanada, tidak setuju dengan hasil penelitian. Menurutnya justru berbanding terbalik.

"Aktivitas fisik justru dapat mengurangi depresi melalui banyak proses psikososial seperti mengurangi stres, meningkatkan interaksi sosial, meningkatkan kognisi, belajar dan prestasi akademik serta peningkatan harga diri, citra tubuh dan kualitas hidup yang dapat berdampak positif," kata Goldfield.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar