Aktif Menonton di Depan Layar, Baikkah Untuk Anak?

Penulis: Triansari Prahara

Aktif Menonton di Depan Layar, Baikkah Untuk Anak?

Ilustrasi anak menonton televisi (Berbagai Sumber)

Minggu, 12 Juli 2015 | 15:49

Analisadaily – Era informasi kian berkembang seiring perputaran roda zaman. Hal ini ditandai dengan meningkatnya produksi teknologi canggih seperti barang-barang elektronik yang bertujuan untuk memudahkan aktivitas manusia.

Barang-barang elektronik ini kini tidak lagi hanya bisa dikuasai oleh orang dewasa saja. Namun, anak-anak juga sudah mulai aktif mengontrol sendiri barang elektronik yang mereka miliki. Jangan tanyakan lagi dari mana akses yang diperoleh anak-anak ini jikalau bukan dari orang tuanya.

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika saat ini para orang tua sering menyuguhkan fasilitas pembelajaran anak melalui barang elektronik. Sebut saja seperti, televisi, interaksi video game, smartphone, gadget, dan internet. Dimana, ke semua alat ini bisa membantu memberikan sarana edukasi dan hiburan bagi anak-anak di rumah.

Tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak Anda dalam jangka panjang. Tak hanya itu, hal ini juga secara tidak langsung akan dengan mudah membentuk karakter anak menjadi agresif sesuai karakter yang ia tonton sepanjang hari. Hal ini dikarenakan sifat anak-anak yang mudah meniru apa yang ia lihat dan rasakan.

Tentunya setiap orang tua selalu ingin melihat perkembangan pola pikir anak sehari-hari dengan karakter yang cemerlang. Untuk itu, salah satunya adalah dengan bijak mengawasi dan membatasi waktu anak-anak selama bermain video games, menonton televisi, dan juga saat surfing internet.

Idealnya, anak-anak berumur di bawah dua tahun sangat direkomendasikan oleh The American Academy of Pediatrics (AAP) untuk tidak menonton. Sementara, untuk anak dengan usia di atas 2 tahun sebaiknya jam menonton di depan layar−tidak hanya televisi, namun juga komputer dan gadget−tak lebih dari 1-2 jam dalam sehari. Tentunya tontonan harus dengan kualitas program yang sesuai dengan kebutuhan anak.

“Anak-anak juga lelah jika terus-terusan dilarang dalam mengonsumsi media. Mereka ingin  tahu apa yang mereka lakukan dan lihat. Disinilah peran orang tua diuji. Dimana, orang tua harus bisa menjadi tim penyemangat sekaligus pengawas, pembangun fondasi sekaligus si tukang memperbaiki. Orang tua harus melakukan upaya terbaik untuk menjaga anak mereka tetap selamat, baik, dan membuka cakrawala berpikir mereka,” ungkap Claire Green, Presiden The Parent’s Choice Foundation, seperti dikutip dari laman greatschool.org.

Untuk itu, orang tua juga harus aktif memberikan alternatif kegiatan lain di luar jam menonton. Ini bisa jadi cara untuk mengurangi kebosanan anak pada jam-jam kosong tanpa kegiatan.

Salah satunya adalah dengan membuat jadwal kegiatan yang bervariasi di luar rumah seperti, membaca, bermain dengan teman-teman, dan olahraga─ yang mana kegiatan yang merangsang anak untuk banyak bergerak juga bisa membantu menjaga perkembangan kesehatan tubuh dan pikiran mereka.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar