Akrilamida dan Risiko Kanker

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Akrilamida dan Risiko Kanker

Ilustrasi (BBC Good Food)

Senin, 13 Februari 2017 | 13:54

Analisadaily - Pernah mendengar akrilamida? Akrilamida adalah senyawa bahan kimia alami yang terbentuk ketika makanan bertepung, seperti roti dan kentang, dimasak dalam waktu yang lama pada suhu tinggi.

Ketika makanan ini dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang di atas suhu 120 °C (250°F), makanan secara alami membentuk akrilamida.

Akrilamida diproduksi sebagai bagian dari proses memasak dan meningkatkan tekstur, serta rasa makanan. Meskipun ini menjadi bahan kimia alami pada makanan, dampaknya pada kesehatan tetap mengkhawatirkan.

Penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan, akrilamida menjadi karsinogenik atau zat yang berpotensi menyebabkan kanker, karena akrilamida dapat mengganggu sel DNA.

Meskipun saat ini belum ada bukti yang menunjukkan efek karsinogenik yang sama pada manusia, Food Standards Agency tetap meminta masyarakat berhati-hati.

Seberapa besar risiko akrilamida mengembangkan kanker belum diketahui, terutama bila dibandingkan dengan faktor gaya hidup lainnya, seperti konsumsi alkohol yang berlebihan, merokok dan kelebihan berat badan.

Jadi meskipun belum ada bukti yang meyakinkan tentang akrilamida, sebaiknya masyarakat menyadari tingkat, batas dan memastikan mengonsumsi makanan sehat.

Makanan kaya karbohidrat seperti roti, biji kopi panggang, atau produk kentang seperti keripik dan beberapa sereal memiliki kandungan tertinggi akrilamida. Makanan olahan seperti biskuit dan kerupuk juga mengandung senyawa kimia ini.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar