5 Mitos Soal Lupus

Penulis: Elfa | Editor: Christison Sondang Pane

5 Mitos Soal Lupus

Gejala lupus (Swipe RX)

Sabtu, 7 Oktober 2017 | 11:41

Analisadaily - Lupus bukan penyakit asing lagi di telinga publik. Meski tidak asing, penyakit lupus masih menjadi penyakit yang khusus.

Beberapa informasi tentang lupus bahkan salah arti. Dr. Josh Axe, D.N.M., C.N.S., D.C., pendiri DrAxe.com, mendefinisikan lupus sebagai sejenis penyakit dengan kelainan autoimun yang dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan penderita.

Mulai dari persendian, sirkulasi, dan sistem pernapasan. Lebih dari lima juta orang di seluruh dunia terkena penyakit ini. Beberapa informasi yang diperoleh penderita justru hanya sebatas mitos. Apa saja mitosnya?

1. Lupus bentuk lain dari kanker

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang tidak dapat disembuhkan yang menyerang organ tubuh dan jaringan. Lupus berkembang sebagai akibat dari faktor genetika dan pemicu lingkungan. Lupus tidak ada kaitannya dengan kanker.

2. Lupus hanya mempengaruhi persendian

Meskipun nyeri sendi adalah gejala umum lupus, itu bukan satu-satunya akibat dari lupus. Lupus mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang bertanggung jawab untuk melawan virus, bakteri, dan sejenisnya.

Penderita lupus tidak dapat membedakan antara bakteri jahat dan jaringan sehat. Jadi, tubuh tidak dapat memproduksi antibodi untuk melindungi dirinya sendiri.

Akibatnya, tidak hanya menyerang persendian. Bisa saja menyerang hampir semua bagian tubuh dan mengakibatkan berbagai kondisi, misalnya  ruam, edema, demam, insomnia, dan bisul.

3. Lupus menular secara seksual

Karena lupus tidak disebabkan oleh virus, bakteri, atau agen infeksi lainnya, maka virus lupus tidak dapat ditularkan secara seksual. Meskipun, wanita yang mengidap lupus tengah hamil. Janin yang dikandungnya tidak akan menular.

4. Hanya wanita yang terserang lupus

Memang benar, 90 persen pasien lupus adalah wanita. Meski begitu, seperti laporan dari Elite Daily, Sabtu (07/17), pria tetap bisa terkena penyakit ini. Tidak tergantung pada umur. Anak-anak tidak terkecuali.

Antara 5.000 dan 10.000 individu dari 1,5 juta orang Amerika yang didiagnosis menderita lupus berusia 18 tahun atau lebih muda. Sementara satu dari setiap 10 orang yang didiagnosis menderita lupus adalah laki-laki.

5. Wanita penderita lupus tidak bisa hamil

Wanita penderita lupus benar-benar bisa hamil. Adanya informasi tentang penderita lupus tidak bisa hamil dikarenakan lupus sering berkembang pada usia subur seorang wanita. Jadi, kemungkinan mengalami beberapa jenis komplikasi lebih besar.

Misalnya, 10 persen kehamilan pada wanita penderita lupus sering mengalami keguguran pada trimester pertama.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar