14 Anak Meninggal Setelah Divaksin Dengvaxia

Penulis: Elfa | Editor: Christison Sondang Pane

14 Anak Meninggal Setelah Divaksin Dengvaxia

Vaksin Dengvaxia (BBC)

Senin, 5 Februari 2018 | 11:36

Analisadaily - Ketakutan akan vaksin Dengvaxia semakin meluas di Filipina. Orangtua tidak memperbolehkan anaknya di vaksin setelah 14 dari 800 ribu anak meninggal dunia pasca vaksin.

Kasus ini pun menyebabkan penurunan jumlah imunisasi. Wakil Menteri Kesehatan Filipina, Enrique Domingo, mengatakan, banyak orang tua menolak anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi untuk polio, cacar air dan tetanus.

Ketakutan karena Dengvaxia, obat yang dikembangkan oleh perusahaan Prancis, Sanofi.

Perwakilan perusahaan Sanofi dan pakar lokal sendiri mengatakan tidak ada bukti yang menghubungkan kematian 14 anak dengan obat tersebut.

Dilansir dari BBC, Senin (05/02), demam berdarah mempengaruhi lebih dari 400 juta orang setiap tahunnya di seluruh dunia. Dengvaxia adalah vaksin pertama di dunia yang mampu melawan demam berdarah.

Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk ini adalah penyebab utama penyakit serius dan kematian di kalangan anak-anak di beberapa negara Asia dan Amerika Latin.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar